Ketua RT Matikan Gardu Listrik Usai Bocah Dibully dan Kesetrum di Taman Kramat
Ketua RT Matikan Gardu Listrik Usai Bocah Dibully Kesetrum

Seorang bocah berusia 7 tahun menjadi korban perundungan dua remaja hingga tersetrum listrik di Taman Kramat, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Ketua RT setempat, Neneng, mengungkapkan bahwa ia sempat mematikan gardu listrik untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kronologi Kejadian

Neneng menceritakan bahwa awalnya ia mendapat laporan dari warga tentang seorang anak yang tersetrum di Taman Kramat pada petang hari. Ia segera menghubungi pihak RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan keamanan setempat untuk memeriksa lokasi.

"Saya telepon RW, saya telepon LMK, saya panggil keamanan. Ajak keamanan, 'Ayo, kita lihat taman.' Tapi begitu saya ke sana, korbannya sudah tidak ada," ujar Neneng saat ditemui di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bocah tersebut ternyata telah dibawa oleh orang tuanya ke rumah sakit. Neneng kemudian meminta anak-anak lain yang masih bermain di taman untuk segera pulang.

"Anak-anak masih banyak yang bermain. Saya usir mereka karena saya khawatir ada korban lagi. Saya langsung kunci taman," jelasnya.

Tindakan Pencegahan

Setelah mengunci taman, Neneng menghubungi pihak PLN dan Dinas Pertamanan. Pengecekan menemukan adanya kebocoran listrik yang mengalir ke tiang lampu taman.

"Saya matikan gardu listrik sementara. Risikonya terlalu besar, saya takut belum selesai perbaikannya," katanya.

Petugas dari Dinas Pertamanan yang datang mengecek membenarkan adanya kebocoran pada tiang tersebut.

Taman Kramat baru dibuka kembali sekitar satu bulan setelah menjalani renovasi. Sebelum insiden ini, tidak ada masalah yang dilaporkan.

Kronologi Perundungan

Peristiwa perundungan terjadi pada Minggu (7/6) saat korban bermain di Taman Kramat. Dua remaja pelaku mengangkat korban dan membawanya ke sebuah tiang listrik hingga korban tersetrum. Kedua pelaku sempat pergi, namun kembali lagi untuk menyeret korban menjauh dari tiang. Polisi telah mengamankan dua pelaku berusia 17 dan 16 tahun.

Polisi mengungkapkan bahwa korban merupakan penyandang autisme. Kedua pelaku mengaku tidak mengetahui bahwa tiang taman memiliki tegangan listrik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga