Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Avanza dan sebuah truk di Jalan Umum Tarutung-Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), pada Rabu (24/6) justru menjadi titik terang pengungkapan peredaran narkoba. Peristiwa tersebut berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 112 kilogram ganja yang hendak diedarkan di Kota Medan dan sekitarnya.
Kronologi Pengungkapan Berawal dari Kecelakaan
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat mobil yang dikemudikan kurir bertabrakan dengan truk. Akibat benturan keras, pengemudi berinisial RHH (33) terjepit di dalam kendaraan dan tidak bisa melarikan diri. Sementara itu, warga yang berdatangan untuk membantu justru mencium kejanggalan pada muatan yang dibawa mobil tersebut.
"Warga curiga dengan muatan yang dibawa kedua pelaku, lalu menghubungi petugas kepolisian," ujar Aiptu W Baringbing dalam keterangannya yang dilansir detikSumut pada Kamis (25/6/2026).
Polisi Temukan Ratusan Paket Ganja
Mendapat laporan dari warga, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas dari Polres Taput segera mendatangi lokasi kejadian. Saat memeriksa kondisi mobil Toyota Avanza yang dikendarai kedua tersangka, polisi menemukan 112 paket ganja yang disimpan di dalam kendaraan. "Dari hasil pemeriksaan ditemukan 112 paket ganja yang diangkut menggunakan mobil Toyota Avanza," tegas Baringbing.
Dua orang kurir narkoba, yakni RHH (33) dan PAN (36), berhasil diamankan di tempat kejadian tanpa perlawanan berarti karena kondisi RHH yang masih terjepit akibat kecelakaan.
Ganja Asal Mandailing Natal Tujuan Medan
Dari hasil interogasi awal, kedua tersangka mengaku bahwa ganja tersebut berasal dari Kabupaten Mandailing Natal. Rencananya, barang haram itu akan dibawa menuju Kota Medan untuk diedarkan. Polisi menduga ganja sebanyak 112 kilogram tersebut akan dipasok ke jaringan pengedar di wilayah Medan dan daerah sekitarnya.
Penangkapan ini menjadi salah satu pengungkapan kasus narkoba terbesar di wilayah Tapanuli Utara dalam beberapa waktu terakhir. Polres Taput masih terus mendalami jaringan pengedar yang terlibat dan kemungkinan adanya tersangka lain.



