Kasir di Riau Kirim Foto Selfie Berdarah Setelah Dirampok dan Ditikam
Kasir Riau Kirim Selfie Berdarah Usai Dirampok

Seorang wanita berinisial PT (25) yang bekerja sebagai kasir di sebuah perusahaan di Pelalawan, Riau, mengalami luka parah setelah ditikam berkali-kali oleh seorang perampok. Dalam kondisi kritis, korban sempat mengirimkan foto selfie berlumuran darah kepada rekannya melalui WhatsApp dan meminta pertolongan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi di kantor perusahaan di Jalan Lintas Timur Km 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu (17/6) sore. Pelaku, Jodi Alfandi, yang merupakan seorang honorer di sekolah dasar setempat, datang ke lokasi untuk memantau situasi sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah mengetahui korban sendirian, pelaku berpura-pura meminta izin menggunakan toilet dan mencuri sebuah gunting bergagang kuning dari meja luar untuk dijadikan senjata.

Dua jam kemudian, tepat pukul 16.50 WIB, pelaku kembali ke kantor yang pintunya terbuka. Ia langsung mengancam korban dengan gunting dan memaksa menyerahkan kunci brankas. Korban menolak dan berteriak meminta tolong, sehingga pelaku melakukan kekerasan dengan memiting, menjatuhkan korban ke lantai, menginjak kepala, menendang, dan menusuk korban berulang kali menggunakan gunting hingga gunting tersebut bengkok dan melukai jari tangan pelaku sendiri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tak berhenti di situ, pelaku juga memukul korban dengan kipas angin. Dalam keadaan gelap mata, pelaku mengambil obeng di atas meja kasir dan menusuk korban berkali-kali hingga bersimbah darah. Korban yang sudah lemas kemudian dipaksa menyerahkan kunci brankas. Pelaku berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp 76 juta dari dalam brankas. Sebelum kabur, pelaku mencuci tangannya yang terluka di toilet dan merusak kamera CCTV teras depan dengan batu.

Korban Kirim Pesan Minta Tolong

Setelah pelaku kabur, korban dalam keadaan lemas berusaha duduk di kursi kasir dan mengirim foto selfie wajah berlumuran darah kepada rekan kerjanya via WhatsApp dengan pesan 'Tolong Gung aku mau dibunuh', ungkap Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, Jumat (19/6/2026). Rekan korban, Agung, segera datang bersama saksi Harun Effendi. Namun, saat tiba di kantor, pintu dalam keadaan tertutup dan saksi tidak berani masuk, lalu menghubungi warga sekitar.

Setelah warga datang, saksi masuk dan melihat ruangan kasir sudah terbuka pintunya, darah berceceran di lantai, dan korban duduk dengan kepala terbaring di meja setengah sadar, sekujur tubuhnya berlumuran darah. Korban segera dilarikan ke RS Efarina Pangkalan Kerinci. Sementara itu, Agung melaporkan peristiwa tersebut ke call center Polri 110.

Pelaku Ditangkap

Tim Satreskrim Polres Pelalawan yang mendapat informasi langsung mengecek tempat kejadian perkara. Pelaku akhirnya ditangkap saat dalam perjalanan melarikan diri dari Pekanbaru menuju Bandar Seikijang pada Kamis (18/6) sekitar pukul 03.30 WIB. Saat ini, tersangka dan sejumlah barang bukti diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga