Warga Kembangan Geram, Karaoke Liar di Jalan Haji Lebar Ganggu Hingga Dini Hari
Karaoke Liar di Kembangan Ganggu Warga Hingga Dini Hari

Warga Kembangan Geram, Karaoke Liar di Jalan Haji Lebar Ganggu Hingga Dini Hari

Warga Kembangan, Jakarta Barat, mengungkapkan kegeramannya terhadap maraknya warung karaoke liar yang beroperasi di sepanjang Jalan Haji Lebar. Aktivitas hiburan malam ini tidak hanya menimbulkan kebisingan hingga dini hari, tetapi juga diduga kuat menjadi sarana prostitusi terselubung.

Protes Warga Melalui Spanduk dan Surat Keberatan

Sebagai bentuk penolakan, warga setempat telah memasang spanduk berisi aspirasi dan keresahan mereka. Spanduk tersebut dipasang di sekitar lokasi warung karaoke liar yang berlokasi di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2. Selain itu, surat keberatan resmi juga telah disampaikan kepada pihak kelurahan untuk meminta penindakan tegas.

Chandra, seorang warga berusia 30 tahun, mengaku sangat terganggu dengan keberadaan lapak-lapak semi permanen tersebut. "Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa suara musik dangdut seringkali masih terdengar hingga pukul 2 pagi, mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keresahan Warga Diakui oleh Ketua RW

Nasrullah, Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, membenarkan adanya protes dan keresahan yang melanda masyarakat. "Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," kata Nasrullah. Ia menjelaskan bahwa gubuk-gubuk karaoke liar tersebut telah berdiri sejak lama, tepatnya sejak proses pembebasan lahan warga di pinggir tol berlangsung.

Menurutnya, asal-usul orang-orang yang kerap beraktivitas di lokasi itu juga tidak diketahui dengan jelas. "Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke kelurahan," ungkapnya.

Satpol PP Turun Tangan Melakukan Patroli

Memasuki bulan puasa, warga berharap aktivitas di gubuk-gubuk karaoke liar segera ditindak. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa empat orang petugas Satpol PP dengan satu mobil telah melakukan patroli atau pengawasan di area tersebut. Gubuk-gubuk karaoke tetap berjejer di sepanjang jalan pinggir tol, menandakan bahwa masalah ini belum sepenuhnya terselesaikan.

Pemerintah Koordinasi dengan Pengelola Tol

Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah berkoordinasi dengan pengelola Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) terkait keberadaan gubuk-gubuk karaoke liar di Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan. Lurah Meruya Selatan, M. Maizar, mengaku telah meninjau langsung aktivitas karaoke di lokasi yang dikeluhkan warga.

Namun, sejauh ini belum ada temuan indikasi adanya aktivitas menyimpang seperti prostitusi. "Dan memang sudah ditegur juga. Kalau terkait 'esek-esek' kami enggak tahu. Kalau kami kan tidak menemukan bukti itu (adanya prostitusi) cuma memang bukanya sampai malam," ungkap Maizar.

Ia menekankan bahwa koordinasi diperlukan agar penindakan yang dilakukan bisa maksimal, mengingat lokasi tersebut bukan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kami sudah imbau supaya tidak ada lagi aktivitas seperti itu," katanya.

Warga tetap waspada dan berharap solusi permanen dapat segera ditemukan untuk mengatasi gangguan yang telah berlangsung lama ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga