Grab Pecat dan Blacklist Driver Taksol Usai Pelecehan Seksual di Jakpus
Grab Pecat Driver Taksol Pelaku Pelecehan Seksual

Grab Tindak Tegas Driver Taksol Pelaku Pelecehan Seksual di Jakarta Pusat

Kasus pelecehan seksual kembali mencoreng industri taksi online (taksol). Seorang penumpang perempuan menjadi korban kekerasan seksual dan ancaman dari oknum driver di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3) sore. Insiden ini viral setelah korban membagikan pengalamannya di media sosial, memicu respons tegas dari penyedia jasa.

Korban Alami Teror dalam Perjalanan dari Stasiun Gambir

Korban mengaku mengalami pelecehan saat dalam perjalanan dari Stasiun Gambir menuju hotelnya di kawasan yang sama. Driver awalnya mengajak mengobrol, namun kemudian tindakannya meningkat menjadi pelanggaran fisik, termasuk mengelus kaki dan paha korban. Korban yang risi mulai merekam video sebagai bukti.

"Driver menyelesaikan order padahal perjalanan belum sampai setengah, lalu memasuki jalan sepi. Di situlah dia melompat ke kursi belakang, menindih saya, dan mengambil handphone," ujar korban. Pelaku mengancam nyawa korban dengan meminta password HP untuk mematikan pelacakan lokasi, sambil mengancam akan mendorongnya keluar mobil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Selamat Berkat Bantuan Warga dan Satpam

Situasi mencekam berakhir ketika mobil lain membunyikan klakson karena terhalang akses oleh taksol yang berhenti di lorong belakang apartemen Harmoni. Warga dan petugas keamanan mendekat, dan korban berhasil memberontak dengan menggedor kaca. Pintu mobil terbuka, dan korban langsung melompat keluar, diselamatkan oleh warga yang mengeluarkan barang-barangnya. Pelaku sempat memfitnah korban sebagai penipu sebelum kabur.

Grab Putus Kemitraan dan Blacklist Driver Terkait

Pihak Grab Indonesia turun tangan setelah menerima laporan dari korban. Director of Trust & Safety and Grab Support, Radhi Juniantino, menyatakan bahwa investigasi telah dilakukan dan driver diputus kemitraannya serta dimasukkan dalam daftar hitam. "Mitra Pengemudi terkait telah disertakan dalam blacklist karena melanggar Kode Etik Mitra Grab dan tidak dapat kembali bermitra," tegasnya dalam keterangan resmi.

Grab menyesali insiden ini dan menawarkan pendampingan kepada korban, termasuk layanan konseling untuk pemulihan psikologis, dukungan transportasi dengan driver perempuan, serta pengamanan pribadi. Perusahaan berkomitmen memastikan korban mendapat dukungan selama proses penanganan.

Korban Belum Laporkan ke Kepolisian

Meski telah melaporkan ke Grab sebelum Lebaran dan berkomunikasi langsung dengan manajer, korban mengaku belum memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Fokus saat ini adalah pemulihan dari trauma yang dialami. Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan penumpang dalam layanan transportasi online dan respons cepat dari penyedia jasa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga