Nama Ghaza, salah satu peserta ajang adu kecerdasan Clash of Champions (CoC) Season 3, menjadi sorotan warganet setelah diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Informasi ini mencuat setelah akun X @cinnamonawaww menuliskan cuitan yang menyesalkan kelolosan Ghaza sebagai peserta CoC Season 3. Dalam cuitannya, akun tersebut menyebut bahwa Ghaza memiliki riwayat kasus pelecehan seksual yang membuat statusnya di kampus Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) angkatan 2023 dinonaktifkan.
Kronologi Munculnya Tuduhan
Dikutip dari Tribun Style pada Rabu (8/7/2026), cuitan @cinnamonawaww langsung viral dan memicu perdebatan di media sosial. Warganet menuntut klarifikasi dari penyelenggara CoC terkait latar belakang peserta. Akun tersebut menyesalkan bahwa Ghaza tetap diizinkan berpartisipasi meskipun diduga pernah melakukan pelecehan seksual. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Ghaza maupun pihak CoC mengenai tuduhan tersebut.
Status Akademik Ghaza
Menurut informasi yang beredar, Ghaza Muhammad Al-Ghifari tercatat sebagai mahasiswa PTDI-STTD angkatan 2023. Namun, karena kasus dugaan pelecehan seksual, statusnya di kampus tersebut sudah dinonaktifkan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa terdapat proses hukum atau sanksi akademik yang dijatuhkan kepada Ghaza sebelum ia mengikuti CoC.
Reaksi Warganet
Tagar terkait Ghaza dan CoC Season 3 menjadi trending topic di X. Banyak warganet yang meminta transparansi dari penyelenggara acara. Sebagian lainnya mendesak agar Ghaza dikeluarkan dari kompetisi demi menjaga integritas ajang tersebut. Belum ada tanggapan resmi dari Ghaza maupun perwakilan CoC.
Dampak Terhadap Acara
Kontroversi ini berpotensi mempengaruhi kredibilitas Clash of Champions Season 3. Penyelenggara diharapkan segera memberikan pernyataan resmi untuk menjelaskan prosedur seleksi peserta dan langkah yang akan diambil terkait dugaan ini. Sementara itu, publik menanti kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai kasus hukum yang mungkin telah berjalan.



