Jakarta - Bocah berinisial MWP (7) menjadi korban perundungan (bullying) hingga tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Kesehatan korban sempat drop parah hingga menimbulkan trauma. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6) malam saat banyak bocah bermain di Taman Kramat tersebut. Momen bullying itu terekam kamera CCTV di sekitar taman.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman video yang tersebar, awalnya korban sedang bermain bersama teman seumurannya. Pelaku dua orang remaja tiba-tiba menggotong korban mendekat ke sebuah tiang listrik. Tak lama kemudian, korban tersetrum dan tak sadarkan diri, sementara dua pelaku langsung pergi. Kejadian ini membuat anak-anak lain mengerumuninya. Jeda sekian waktu, kedua pelaku kembali dan menarik korban menjauh dari tiang listrik. Korban kemudian diseret ke dekat tempat duduk dan kedua pelaku langsung kabur.
Reaksi Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap aksi perundungan yang terjadi di Jakarta. Pramono meminta pelaku kasus bullying di Taman Kramat ditindak tegas. "Jadi untuk pem-bully-an yang terjadi di Senen, karena kebetulan di CCTV-nya terlihat, saya sudah meminta untuk ini ditindaklanjuti. Siapa pun yang melakukan pem-bully-an di Jakarta, maka akan kami ambil tindakan setegas-tegasnya," kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).
Fakta-Fakta Terbaru Kasus
1. Polisi Amankan 2 Terduga Pelaku
Polisi menyelidiki dugaan kesengajaan dalam kasus perundungan tersebut. Polisi telah mengamankan dua pelaku bullying yakni ALR (17) dan RM (13). "Sudah diamankan kedua pelaku. Satu 17 tahun, satunya masih di bawah umur," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri saat dihubungi, Jumat (12/6/2026). Erlyn mengatakan satu pelaku dewasa saat ini sudah ditahan. Sementara pelaku di bawah umur dikembalikan kepada orang tuanya, namun tetap akan diproses.
2. Terduga Pelaku dan Korban Tetangga
Kasat PPA-PPO Polres Jakpus Kompol Rita Oktavia mengatakan korban dan pelaku saat itu sedang bermain di Taman Kramat. Dia menyebut korban pelaku memang teman bermain dan merupakan tetangga. "Memang sudah ada banyak anak-anak di situ kan. Memang yang terduga pelaku ini memang rumahnya berdekatan, nggak jauh, paling satu, satu RW lah sama sama keluarga korban. Jadi memang mereka teman main," kata Rita. Rita mengatakan kedua terduga pelaku lalu menempelkan kaki korban ke tiang listrik hingga akhirnya jatuh pingsan. Mereka panik lalu sempat membawa korban ke rumahnya.
3. Pelaku Dewasa Diamankan
Polisi menahan terduga pelaku yang berusia dewasa. Sementara, satu pelaku yang masih di bawah umur dikembalikan ke orang tua, namun tetap diproses. "Satu dikembalikan ke orang tuanya tapi tetap laporan," kata Iptu Erlyn Sumantri.
4. Korban Penyandang Autisme
Polisi mengungkap, korban berinisial MWP (7) yang dibully hingga kejang akibat tersetrum di tiang listrik Taman Kramat Pulo merupakan penyandang autisme. "Keterangannya begitu (korban penyandang autisme)," kata Iptu Erlyn.
5. Ngaku Tak Tahu Ada Tegangan Listrik
Polisi mengungkap pengakuan dua orang ABG yang mem-bully bocah MWP di Taman Kramat. Kedua remaja itu mengaku tidak tahu tiang di taman tersebut ada tegangan listriknya. "Dari hasil pemeriksaan, para ABH (anak berhadapan dengan hukum) mengaku tidak mengetahui bahwa tiang lampu tersebut memiliki aliran listrik," kata Kompol Rita. Namun, polisi tetap memproses peristiwa yang terjadi. Pelaku saat itu panik saat melihat korban pingsan usai ditempelkan di tiang taman dan sempat membawanya pulang ke rumahnya.
6. Taman Kramat Ditutup
Taman Kramat ditutup sementara usai ada bocah dirundung hingga pingsan akibat tersetrum tiang listrik. Kedua pintu taman digembok. Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (12/6) taman itu dikelilingi pagar setinggi 1,7 meter. Taman Kramat yang berada di tengah pemukiman padat itu hanya bisa diakses melalui Jalan Gang 21. Adapun letak tiang lampu yang menyebabkan bocah 6 tahun tersetrum ada di sisi ujung sebelah timur, dekat dengan pagar tembok.
7. Bu RT Matikan Gardu Listrik
Gardu listrik di Taman Kramat dimatikan usai ada bocah tersetrum listrik akibat di-bully. Tindakan ini dilakukan RT setempat untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang lagi. "Aku telepon RW, aku telepon LMK, aku panggil keamanan. Panggil keamanan terus aku ajak keamanan, 'Ayo, kita lihat taman.' Tapi begitu saya ke sana, udah enggak ada korbannya. Kalau aku ke sana tuh udah enggak ada korbannya," kata Ketua RT 6 Neneng di lokasi. Dia menyebut bocah korban itu dibawa langsung orang tuanya ke RS. Kemudian dia meminta anak-anak yang masih bermain di lokasi segera pulang. Setelah mengunci taman, Neneng menghubungi pihak PLN dan Dinas Pertamanan. Selanjutnya setelah dicek ternyata memang ada kebocoran listrik yang mengalir ke tiang lampu tersebut.



