Kematian Dokter PPDS Unsrat Terungkap Setelah Tak Hadir Tugas Jaga
Dokter PPDS Unsrat Ditemukan Tewas di Kos Saat Tak Jaga

Kematian Adrian Rantung, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), terungkap setelah korban tidak menjalani tugas jaga di Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Sulawesi Utara. Adrian ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya pada Minggu, 5 Juli 2026, saat sejumlah rekannya mencari keberadaannya yang tidak kunjung tiba di rumah sakit untuk bertugas.

Kronologi Penemuan dan Dugaan Perundungan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Adrian merupakan peserta Program Pendidikan Spesialis (PPS) semester awal. Ia diduga mengalami perundungan atau bullying, meskipun hingga saat ini penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti. Pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah memulai proses investigasi untuk mengungkap penyebab kematian Adrian Rantung.

“Ini sementara diinvestigasi,” kata Kepala Humas Unsrat, Max Rembang, kepada CNNIndonesia.com, Selasa, 7 Juli 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Investigasi Unsrat dan RS Kandou

Unsrat saat ini tengah mengadakan pertemuan dengan pihak RS Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk mencari tahu penyebab pasti kematian korban. Max Rembang menegaskan bahwa pihaknya belum menerima informasi yang akurat mengenai kronologi maupun penyebab kematian dokter peserta PPS tersebut.

“Jadi, belum ada informasi secara akurat tentang kasus itu. Karena, rektor dengan pihak pimpinan rumah sakit di jam ini sementara meeting,” ungkapnya.

Polisi Tunggu Laporan Resmi Keluarga

Pihak kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait kematian Adrian Rantung. Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari keluarga sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk saat ini kami masih menunggu laporan polisi, karena dari pihak keluarga dari mulai kejadian sampai saat ini tidak ada membuat laporan secara resmi,” kata Elwin kepada CNNIndonesia.com, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Elwin, pihaknya belum melakukan tindakan penyelidikan terkait kasus tersebut hingga keluarga membuat laporan resmi ke Polresta Manado. “Jadi, kita belum bisa berbuat apa-apa, kemudian jenazah korban sudah dibawa ke Morowali,” ungkapnya.

Elwin menambahkan bahwa apabila keluarga nantinya membuat laporan resmi, polisi akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan sesuai prosedur. “Kami akan melakukan penyelidikan apabila ada laporan. Namun sampai saat ini kami masih menunggu karena belum ada laporan resmi dari keluarga,” katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga