Debt Collector Rampas Motor dan Aniaya Pengendara di Daan Mogot, Korban Didorong hingga Masuk Kali
Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan kelompok yang mengaku sebagai penagih utang atau debt collector terjadi di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa ini diduga melibatkan perampasan sepeda motor dan penganiayaan terhadap seorang pengendara, yang bahkan didorong hingga masuk ke dalam kali. Kejadian ini telah menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Kronologi Insiden Kekerasan di Pagi Buta
Insiden ini terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 05.10 WIB. Korban, yang identitasnya belum diketahui secara pasti, sedang melaju menuju arah Tangerang ketika tiba-tiba dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @warga.jakbar, korban mengaku bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang.
Korban menceritakan bahwa pelaku menyalipnya dari depan dan belakang, hampir membuatnya terjatuh, sebelum menarik kunci motornya. Setelah memberhentikan paksa, komplotan tersebut mengaku sebagai mata elang atau matel dan menuduh korban telah menunggak cicilan kendaraan selama berbulan-bulan. Padahal, korban mengklaim baru saja membayar cicilannya pada tanggal 28 Februari.
Korban Mengalami Intimidasi dan Kekerasan Fisik
Alih-alih mendengarkan penjelasan korban, para pelaku justru mulai mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diinterogasi, dipukul di bagian perut, dan akhirnya didorong ke sungai atau kali yang berada di sisi Jalan Daan Mogot. "Terus ditanya-tanya segala macam. Langsung saya dipukulin perut saya, dijorokin langsung saya mental ke kali," ungkap korban dalam video tersebut.
Dalam kondisi tak berdaya setelah didorong ke kali, korban hanya bisa pasrah melihat komplotan tersebut membawa kabur sepeda motor miliknya beserta seluruh barang berharga yang ada di dalam tasnya. Barang-barang yang dirampas meliputi:
- Telepon seluler (HP)
- Dompet berisi KTP dan kartu lainnya
- Uang tunai
- Dokumen-dokumen penting
Respons Kepolisian dan Upaya Penanganan
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti informasi mengenai insiden ini. Namun, hingga saat ini, korban belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polsek Kalideres. "Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres," kata Rihold saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2024.
Menanggapi keresahan warga atas maraknya aksi premanisme berkedok matel di kawasan Daan Mogot, Rihold memastikan bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan patroli dan memperketat pengawasan di wilayah tersebut. "Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin kok melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya akan ditingkatkan patroli," tambahnya, seperti dilansir dari Antara.
Dampak dan Implikasi dari Insiden Ini
Insiden ini menyoroti praktik penagihan utang yang mengedepankan intimidasi dan kekerasan, yang dinilai sebagai kebiasaan buruk yang tidak boleh dibiarkan tumbuh. Aksi seperti ini tidak hanya melanggar hukum tetapi juga menimbulkan trauma dan kerugian materiil bagi korban. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap tindakan kriminalitas yang mereka alami atau saksikan kepada pihak berwajib.
Peningkatan patroli oleh kepolisian diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Selain itu, koordinasi antara lembaga keuangan dan otoritas terkait perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa proses penagihan utang dilakukan dengan cara yang sah dan manusiawi, tanpa melibatkan kekerasan atau ancaman.



