Kabar penggerebekan tempat penitipan anak (daycare) di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ramai di media sosial. Peristiwa ini mencuat setelah adanya dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut.
Kronologi Penggerebekan
Informasi tersebut dibagikan oleh akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa lokasi daycare yang diduga menjadi tempat terjadinya penganiayaan telah dipasangi garis polisi. Unggahan itu menyebutkan bahwa jagat media sosial tengah dihebohkan oleh dugaan kasus penganiayaan anak di sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta. Kasus ini mulai viral setelah sejumlah orang tua murid mengunggah kesaksian dan bukti-bukti kekerasan yang dialami anak-anak mereka di platform digital.
Dugaan Perlakuan Tidak Pantas
Unggahan tersebut juga menyebut adanya dugaan perlakuan tidak pantas terhadap anak-anak di daycare itu. Hal ini diketahui dari kesaksian sejumlah orang tua hingga ulasan di platform digital. Berdasarkan unggahan akun media sosial Threads, para orang tua merasa terpukul setelah membaca ulasan di Google Maps yang mengungkap sisi gelap tempat tersebut. Laporan yang beredar menyebutkan adanya tindakan keji terhadap anak-anak, mulai dari diikat, diseret, hingga dipukul.
Konfirmasi Polisi
Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian membenarkan adanya penggerebekan tersebut. "Benar, Satuan Reserse Polresta Yogyakarta tadi (Jumat) sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo," ujar Adrian. Polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan penganiayaan terhadap anak-anak. Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.
"Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak," pungkas Adrian.
Penggerebekan ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik dugaan penganiayaan yang terjadi. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keadilan bagi para korban.



