Pria di Cakung Bacok Kakak Kandung karena Tak Terima Ditegur Usai Ngintip Ipar Mandi
Bacok Kakak karena Tak Terima Ditegur Usai Ngintip Ipar Mandi

Pria di Cakung Bacok Kakak Kandung karena Tak Terima Ditegur Usai Ngintip Ipar Mandi

Jakarta - Sebuah insiden kekerasan dalam keluarga terjadi di Cakung, Jakarta Timur, yang berujung pada penangkapan seorang pria berinisial MH (20). Pelaku ditangkap polisi setelah membacok kakak kandungnya sendiri, berinisial BW (31), karena tidak terima ditegur usai diduga mengintip adik ipar mandi.

Motif Sakit Hati Pemicu Kekerasan

Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra menjelaskan bahwa dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya karena sakit hati terhadap korban. "Dari hasil interogasi terhadap pelaku mengakui perbuatannya karena sakit hati terhadap korban sehingga pelaku melukai korban," ujarnya dalam keterangan pada Kamis (9/4/2026).

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (9/4) pukul 10.00 WIB di Cakung, Jakarta Timur. Saat itu, korban, istri korban berinisial NA, dan adik ipar berinisial T sedang berada di dalam rumah. Korban kemudian mendengar T mengadu kepada NA terkait pelaku yang mengintipnya saat mandi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Urutan Kejadian yang Berujung Tragis

Setelah mendengar pengaduan tersebut, korban pun menegur MH yang merupakan adiknya sendiri. "Seketika korban mendengar kejadian tersebut dan langsung menegur MH. Namun usai ditegur MH tidak terima," jelas Kapolsek Andre.

Pelaku dan korban sempat cekcok mulut, namun situasi eskalasi dengan cepat. Pelaku tiba-tiba langsung mengambil golok yang disimpan di lemari dan membacok korban. "Pelaku langsung membacok korban dan mengenai bagian kepala korban dan seketika korban berteriak dan langsung lari keluar rumah dan sempat hendak dikejar kembali oleh pelaku, namun tidak kena," tambahnya.

Pelaku Kabur dan Korban Dievakuasi

Setelah melakukan pembacokan, pelaku kabur meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) sambil membawa senjata tajam jenis golok. Sementara itu, korban yang mengalami luka di kepala segera dievakuasi dan dibawa ke RS Persahabatan Rawamangun untuk mendapatkan pengobatan.

Kasus ini menyoroti bagaimana konflik keluarga dapat berubah menjadi kekerasan fisik yang serius. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap detail-detail lain dari peristiwa ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga