Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran yang mencakup 90 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini tertuang dalam Surat Keputusan Kejaksaan Agung RI Nomor KEP-IV-10122/C/07/2026 yang ditandatangani pada 29 Juli 2026 oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, Hendro Dewanto. Surat keputusan tersebut mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Konfirmasi Resmi dari Kapuspenkum
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya mutasi terhadap puluhan pejabat Kajari tersebut. "Iya benar ini proses mutasi bagian promosi dan penyegaran organisasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat," kata Anang kepada wartawan pada Kamis (30/7/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa rotasi tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Kejagung untuk memperkuat kinerja institusi di tingkat daerah.
Daftar Lengkap 90 Kajari yang Dimutasi
Berikut adalah rincian 90 Kepala Kejaksaan Negeri yang mengalami perubahan posisi, baik yang digantikan maupun yang menduduki jabatan baru:
- Kajari Purwakarta: Apsari Dewi digantikan Yudhi Kurniawan
- Kajari Paser: Deddy Herliyantho digantikan Hary Palar
- Kajari Kota Bogor: Agung Arifianto digantikan Agus Wirawan Eko Saputro
- Kajari Kota Magelang: Atik Rusmiaty Ambarsari digantikan Agustinus Baka Tandaliling
- Kajari Gunung Kidul: Budi Purwanto digantikan Shinta Ayu Dewi
- Kajari Karangasem: Shinta Ayu Dewi digantikan Kusufi Esti Ridliani
- Kajari Badung: Sutrisno Margi Utomo digantikan I Wayan Sumertayasa
- Kajari Tanggamus: Subari Kurniawan digantikan Sunandar Pramono
- Kajari Jaya Wijaya: Sunandar Pramono digantikan Ahmad Latupono
- Kajari Jambi: Abdi Reza Fachlewi digantikan Romy Arizyanto
- Kajari Samosir: Satria Irawan digantikan Akhwan Anas
- Kajari Sumba Timur: Akhwan Anas digantikan Ariyanto Novindra
- Kajari Bantul: Kristanti Yuni Purnawanti digantikan Muib
- Kajari Kuantan Singingi: Mohammad Harun Sunadi digantikan Andre
- Kajari Seruyan: Andre digantikan Denny Iswanto
- Kajari Kabupaten Bogor: Denny Achmad digantikan Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe
- Kajari Cimahi: Banu Laksamana digantikan Neneng Rahmadini
- Kajari Metro: Neneng Rahmadini digantikan Ricky Parlin Jahyamanda
- Kajari Pasuruan: Douglas Pamino Nainggolan digantikan Suseno
- Kajari Tanjung Pinang: Rachmad Surya Lubis digantikan Sundoro Adi
- Kajari Tapanuli Utara: Dedy Frits Rajagukguk digantikan Naungan Harahap
- Kajari Morowali: Naungan Harahap digantikan Nurdin
- Kajari Jakarta Barat: Nurul Wahida Rifal digantikan Arief Indra Kusuma Adhi
- Kajari Tarakan: dijabat Heberth Pesta Hutapea
- Kajari Maluku Tengah: dijabat Didik Haryanto
- Kajari Tangerang Selatan: dijabat Aditya Rakatana
- Kajari Hulu Sungai Tengah: dijabat Jainah
- Kajari Kaur: dijabat Ivan Hebron Siahaan
- Kajari Ciamis: dijabat Heru Kamarullah
- Kajari Bima: dijabat Andi Rio Rahmat Rahmatu
- Kajari Cianjur: dijabat Suci Wijayanti
- Kajari Lampung Selatan: dijabat Ibnu Firman Ide Amin
- Kajari Toli-Toli: dijabat Ali Toatubun
- Kajari Kendal: dijabat Salomina Meyke Saliama
- Kajari Jembrana: Muhammad Ruslan
- Kajari Landak: Asep Sunarsa
- Kajari Pidie: Rajendra Dharmalingga Wiritanaya
- Kajari Kota Banjar: Erianto
- Kajari Kutai Kartanegara: Aji Kalbu Pribadi
- Kajari Banjarmasin: Muchsin
- Kajari Yogyakarta: Andri Kurniawan
- Kajari Majalengka: Regie Komara NA
- Kajari Buol: Andi Herman
- Kajari Tanjung Perak: Anggara Suryanagara
- Kajari Tabalong: Denny Wicaksono
- Kajari Karimun: Andhy Hermawan Bolifaar
- Kajari Batang: Ratih Andrawina Suminar
- Kajari Indragiri Hulu: Rizky Fachrurrozi
- Kajari Tojo Una-Una: David Razi
- Kajari Grobogan: Andi Reny Rummana
- Kajari Donggala: Ikram Mhd Saleh
- Kajari Sleman: Dinar Kripsiaji
- Kajari Kulon Progo: Putri Ayu Wulandari
- Kajari Lombok Tengah: Bayu Novrian Dinata
- Kajari Kota Bekasi: Diana Wahyu Widiyanti
- Kajari Nabire: Muhammad Yuris Rawando
- Kajari Kota Malang: Adung Sutranggono
- Kajari Indragiri Hilir: Johannes Harysuandy Siregar
- Kajari Belu: Arif Mirra Kanahau
- Kajari Bulungan: Andi Helmi Adam
- Kajari Bombana: Mohtar Arifin
- Kajari Kabupaten Cirebon: Agus Chandra
- Kajari Purbalingga: Taruli Phalti Patuan
- Kajari Kotabaru: Agung Pamungkas
- Kajari Sumbawa Barat: Mahfuddin Cakra Saputra
- Kajari Bojonegoro: Mohamad Rohmadi
- Kajari Palu: Lapatawe
- Kajari Wajo: Rio Aditya Arifiansyah
- Kajari Sibolga: Agita Tri Moertjahjanto
- Kajari Kota Semarang: Agus Rujito
- Kajari Karanganyar: Abdurrachman
- Kajari Tebo: Alfian Bombing
- Kajari Timor Tengah Selatan: Yosef Umbu Hina Marawali
- Kajari Bengkalis: Ade Indrawan
- Kajari Kotawaringin Timur: Edwin Ignatius Beslar
- Kajari Kepulauan Talaud: Andi Fitriana
- Kajari Pekanbaru: Marlambson Carel Williams
- Kajari Batubara: Nanang Dwi Priharyadi
- Kajari Pulang Pisau: Adief Swandaru
- Kajari Palembang: Mohammad Nasir
- Kajari Kabupaten Tasikmalaya: Aka Kurniawan
- Kajari Musi Banyuasin: Kiki Yonata
- Kajari Rejang Lebong: Bohal Parlambohan Lubis
- Kajari Pati: Hadiman
- Kajari Kota Tegal: Ardian
- Kajari Tuban: Ujang Sutisna
- Kajari Konawe Selatan: Todo Batara Silalahi
- Kajari Serdang Bedagai: Rahmad Isnaini
- Kajari Barito Timur: Abdul Halim
- Kajari Lebong: Nur Wahyu Bintari
Tujuan dan Dampak Mutasi
Mutasi besar-besaran ini merupakan bagian dari agenda promosi dan penyegaran organisasi yang lazim dilakukan di institusi penegak hukum. Dengan mengganti 90 Kajari dalam satu waktu, Kejagung berharap dapat meningkatkan efektivitas pelayanan hukum di daerah serta memperkuat integritas aparat. Rotasi juga dianggap sebagai mekanisme untuk mencegah praktik korupsi dan kolusi yang mungkin terjadi jika pejabat terlalu lama menduduki satu posisi.
Langkah ini mendapat perhatian publik karena skala mutasi yang cukup besar, mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Sebelumnya, Kejagung juga telah melakukan perombakan di jajaran Pidsus, termasuk mengganti direktur penyidikan. Hal ini menunjukkan komitmen pimpinan Kejagung untuk terus melakukan perbaikan internal secara menyeluruh.
Daftar Pejabat yang Menduduki Jabatan Baru
Beberapa nama dalam daftar menunjukkan adanya rotasi berantai, di mana seorang Kajari dipindahkan ke daerah lain dan posisinya digantikan oleh Kajari dari tempat lain. Misalnya, Shinta Ayu Dewi yang sebelumnya menjabat Kajari Karangasem kini menjadi Kajari Gunung Kidul, sementara posisinya di Karangasem diisi oleh Kusufi Esti Ridliani. Pola seperti ini terlihat di banyak titik, menandakan perencanaan yang matang dalam penempatan sumber daya manusia.
Selain itu, ada pula sejumlah pejabat baru yang langsung menduduki jabatan Kajari tanpa pengalaman sebelumnya sebagai Kajari di tempat lain, seperti Heberth Pesta Hutapea di Tarakan dan Didik Haryanto di Maluku Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa promosi juga diberikan kepada jaksa berprestasi dari tingkat yang lebih rendah.
Respons Publik dan Harapan ke Depan
Mutasi ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi kinerja kejaksaan di daerah. Publik menunggu langkah konkret dari para Kajari baru dalam menangani perkara-perkara besar dan pelayanan hukum sehari-hari. Kapuspenkum Anang Supriatna menekankan bahwa mutasi adalah hal biasa dalam organisasi besar seperti Kejagung. "Proses ini terus berjalan untuk memastikan roda organisasi berputar dengan optimal," ujarnya.
Kejagung juga berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja para Kajari yang baru dilantik. Dengan adanya mutasi ini, diharapkan penegakan hukum di Indonesia lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.



