Permintaan Maaf dan Klarifikasi Terbuka
Muhammad Abdimaludin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK) yang dinonaktifkan, secara resmi menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi terkait polemik yang muncul setelah aksi mahasiswa menyoroti tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangan pers pada Rabu, 24 Juni 2026, Abdi mengaku telah memberikan penjelasan terbuka di hadapan para Ketua BEM Fakultas dan mahasiswa UBK mengenai isu yang berkembang, termasuk informasi penerimaan uang yang menyeret namanya.
Abdi mengapresiasi mahasiswa yang tetap mengawal berbagai tuntutan kepada pemerintah. Namun, ia menilai munculnya sejumlah opini dan narasi di tengah polemik berpotensi memecah soliditas gerakan mahasiswa. "Saya menyadari bahwa dalam dinamika gerakan mahasiswa terdapat berbagai informasi, opini, dan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memecah soliditas mahasiswa UBK. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir, persatuan, dan semangat perjuangan yang berlandaskan kepentingan rakyat," ujar Abdi dalam pesan singkat yang diterima Liputan6.com.
Klarifikasi Isu Penerimaan Uang
Terkait informasi penerimaan uang, Abdi menyebut dirinya telah memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia mengakui polemik tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa maupun pihak lain. Menurutnya, seluruh fakta terkait persoalan tersebut telah disampaikan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme organisasi. "Kami tetap konsisten menuntut perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa," tegasnya.
Meskipun diterpa polemik, Abdi menegaskan bahwa hal itu tidak mengubah arah perjuangan mahasiswa UBK dalam mengawal kebijakan publik. Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan di forum mahasiswa maupun organisasi sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya menjaga kepercayaan mahasiswa.
Permohonan Maaf dan Pelajaran Berharga
Abdi menyampaikan terima kasih kepada jajaran rektorat UBK yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dukungan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia secara khusus meminta maaf kepada mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat yang merasa kecewa atas polemik yang terjadi. "Saya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, bersikap lebih hati-hati, serta menjalankan tanggung jawab organisasi dengan lebih baik pada hari-hari mendatang," tutupnya.



