Demonstrasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Karno (UBK) pada 15 Juni 2026 di depan Istana Negara untuk menyuarakan perbaikan negeri kini dipertanyakan integritasnya. Muhammad Abdimaludin, yang saat itu menjabat sebagai Ketua BEM FH UBK, terungkap menerima uang suap sebesar Rp 20 juta terkait permintaan untuk memindahkan lokasi orasi.
Pengakuan di Forum Terbuka
Abdi, sapaan akrabnya, mengakui perbuatannya dalam forum terbuka di UBK pada Senin (22/6/2026) malam. Ia mengatakan bahwa uang tersebut diterima dari pihak kepolisian. "Saya mengakui kesalahan, saya menerima uang tersebut. Rp 20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak Kepolisian. (Namanya) Aan, enggak tahu (nama lengkapnya). Cuma dia datang komunikasi, itu aja," ucap Abdi dalam video yang diunggah oleh akun LPM Marhaen UBK @marhaenpress dan dikutip pada Rabu (24/6/2026).
Kronologi Suap
Menurut pengakuan Abdi, uang suap tersebut diberikan oleh seseorang bernama Aan yang diduga berasal dari kepolisian. Tujuan pemberian uang adalah untuk memindahkan lokasi orasi demonstrasi yang sedianya digelar di depan Istana Negara. Abdi mengaku menerima uang tersebut dan membaginya dengan rekan-rekannya. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai keterlibatan Aan.
Dampak dan Reaksi
Kasus ini menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Demonstrasi yang seharusnya menjadi wadah menyuarakan aspirasi kini tercoreng oleh praktik suap. Banyak pihak menuntut transparansi dan tindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat. UBK sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi yang akan diberikan kepada Abdi dan mahasiswa lain yang terlibat.
Langkah Selanjutnya
Kasus ini masih dalam pengembangan. LPM Marhaen UBK terus mendorong investigasi lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat. Sementara itu, Abdi dan rekan-rekannya menghadapi konsekuensi akademis dan hukum atas tindakan mereka. Publik berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan integritas gerakan mahasiswa tetap terjaga.



