Pemandu Syok Letusan Gunung Dukono Tewaskan Tiga Pendaki
Pemandu Syok Letusan Gunung Dukono Tewaskan Tiga Pendaki

Pemandu asal Indonesia, Reza Selang, mengaku masih terpukul setelah letusan Gunung Dukono di Maluku Utara menewaskan tiga pendaki, termasuk dua warga Singapura. Peristiwa tragis itu terjadi pada 8 Mei 2026.

Korban Letusan Gunung Dukono

Dua warga Singapura yang meninggal dalam peristiwa tersebut adalah Shahin Muhrez Abdul Hamid (27) dan Heng Wen Qiang Timothy (30). Satu korban lainnya adalah pendaki asal Indonesia bernama Angel Krishela Pradita. Ketiganya merupakan bagian dari kelompok pendakian yang dipandu oleh Reza.

Reaksi Reza Selang

Dalam wawancara dengan BBC News, Reza mengatakan dirinya masih sulit menerima kejadian tersebut. Ia mengaku sangat terpukul dan merasa kehilangan. Reza juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Letusan Gunung Dukono terjadi secara tiba-tiba saat rombongan sedang berada di dekat puncak. Reza dan anggota tim lainnya berusaha menyelamatkan diri, namun tiga pendaki tidak tertolong. Proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi medan yang berat dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Pihak berwenang setempat telah melakukan investigasi dan mengimbau para pendaki untuk selalu memantau informasi terkini mengenai aktivitas gunung api sebelum melakukan pendakian. Gunung Dukono sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang sering mengalami erupsi.

Reza berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pendakian di gunung berapi. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi peringatan dari otoritas terkait.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga