Kebakaran Lahan Gambut Melanda Dua Desa di Bengkalis, Polisi Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Bengkalis, Polisi Padamkan Api di Dua Desa

Kebakaran Lahan Gambut Melanda Dua Desa di Bengkalis, Polisi Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran lahan telah melanda dua desa di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Aparat kepolisian turun langsung berjibaku memadamkan api yang berpotensi menyebar lebih luas. Insiden ini terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan kondisi cuaca yang memperburuk situasi.

Api Bermula di Desa Sukarjo Mesim dan Merembet ke Desa Kebumen

Kapolsek Rupat, AKP Faisal, menjelaskan bahwa kebakaran awalnya terjadi di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim. Api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan, namun upaya pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah kebakaran ulang.

Namun, api kemudian merembet ke desa tetangga, yakni di Jalan Perjuangan Desa Kebumen. Polisi bersama instansi terkait lainnya bekerja ekstra keras untuk memadamkan api di kedua desa ini. AKP Faisal menegaskan bahwa tantangan utama berasal dari kondisi lahan gambut dan cuaca yang tidak mendukung.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Menjadi Tantangan Utama

Kondisi cuaca yang panas terik, ditambah angin kencang yang kerap berubah arah, membuat api sulit dipadamkan. Selain itu, sebagian lahan yang terbakar merupakan hutan pohon mahang, yang memperumit upaya pemadaman. Penyebab kebakaran dan kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

Berdasarkan pemantauan aplikasi Dashboard Lancang Kuning, saat ini terdapat 19 titik hotspot yang terbakar. Area kebakaran meliputi satu hamparan dari Jalan Jawa, Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim, hingga Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim, dan tembus ke Jalan Perjuangan Desa Kebumen.

Upaya Pemadaman Terpadu dan Minimnya Sumber Air

AKP Faisal mengungkapkan bahwa kondisi air di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat minim dan sulit diakses. Hal ini disebabkan terbatasnya sumber air yang ada di kanal dan embung sekitar. Polisi terus melakukan koordinasi serta kerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk melaksanakan langkah-langkah mitigasi, pemadaman, dan pendinginan.

Upaya tersebut dilakukan secara terpadu guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah potensi munculnya kembali titik api. Selama proses pemadaman dan pendinginan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Polisi juga melakukan pemantauan lokasi secara terus-menerus untuk mencegah kebakaran lanjutan dan perluasan ke area lain.

Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan angin yang bertiup kencang, upaya pemadaman ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil untuk melindungi warga dan lingkungan sekitar dari dampak kebakaran yang lebih parah.