ITB Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Paving Block untuk Wilayah Pesisir
ITB Daur Ulang Plastik Jadi Paving Block Pesisir

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan inovasinya dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Kali ini, ITB berhasil mendaur ulang sampah plastik menjadi paving block yang ramah lingkungan. Inovasi ini dinilai sangat cocok untuk diterapkan di wilayah pesisir yang kerap menghadapi masalah sampah plastik.

Proses Daur Ulang Sampah Plastik

Proses daur ulang dilakukan dengan mencampurkan sampah plastik jenis tertentu dengan bahan tambahan seperti pasir dan semen. Campuran tersebut kemudian dipanaskan dan dicetak menjadi paving block dengan berbagai ukuran. Hasilnya, paving block ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan paving block konvensional.

Keunggulan Paving Block Plastik

Paving block hasil daur ulang ini memiliki beberapa keunggulan. Selain ramah lingkungan, paving block ini juga lebih ringan dan tahan terhadap air laut. Hal ini membuatnya sangat ideal digunakan di daerah pesisir yang sering terpapar air laut dan abrasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Mengurangi volume sampah plastik di lingkungan.
  • Memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem.
  • Biaya produksi lebih rendah dibandingkan paving block konvensional.

Dampak Positif bagi Lingkungan

Inovasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah plastik yang menjadi masalah global. Dengan mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat, ITB turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Ke depannya, ITB berencana untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi ini agar dapat diproduksi secara massal dan digunakan di berbagai daerah, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap pencemaran plastik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga