Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Dishut Kaltim) berkomitmen melindungi kelestarian ekosistem lingkungan melalui lima program prioritas yang terukur. Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim, Mohamad Subiantoro, menyatakan bahwa kelima program ini menjadi fokus utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di Samarinda pada Selasa, 9 Juni 2026, seperti dikutip dari Antara.
Program Prioritas Dishut Kaltim
Program Pertama: Pengelolaan Hutan Produksi
Program pertama berfokus pada pengelolaan hutan dengan target produksi hasil hutan kayu mencapai 6,4 juta meter kubik per tahun. Target ini diharapkan dapat mendukung industri kehutanan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Program Kedua: Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
Program kedua merupakan langkah konservasi sumber daya alam hayati untuk mengamankan kawasan bernilai ekosistem penting seluas 95.337 hektare. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna, termasuk orang utan di hutan hujan tropis Wehea-Kelay.
Program Ketiga: Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan
Program ketiga memfokuskan pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan untuk mengelola kawasan perhutanan sosial seluas 20 ribu hektare. Subiantoro menjelaskan bahwa pemberdayaan ini mampu meningkatkan nilai ekonomi kelompok tani hutan dan mendongkrak kesejahteraan warga lokal.
Program Lainnya yang Mendukung
Program Keempat: Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bengalon
Program keempat menyasar pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengalon dengan cakupan area seluas 338.381 hektare. Melalui program ini, persentase tutupan lahan pada kawasan sempadan sungai akan dipertahankan pada angka ideal 65,04 persen untuk menjaga kualitas air dan mencegah erosi.
Program Kelima: Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Program kelima difungsikan sebagai penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi untuk memastikan tingkat kepuasan layanan kesekretariatan yang optimal bagi publik. Dishut Kaltim menjamin bahwa keluhan masyarakat terkait penggunaan layanan akan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
Mitigasi Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati
Dalam aspek mitigasi perubahan iklim, Dishut Kaltim telah mencatatkan satu unit pengelola hutan yang resmi melakukan kegiatan jasa lingkungan karbon. Selain itu, indeks pengelolaan keanekaragaman hayati terus dijaga pada level 0,540 sebagai wujud kepedulian terhadap keseimbangan flora dan fauna. Subiantoro menegaskan bahwa program-program ini dijalankan secara terukur untuk memastikan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.



