Banjir Bandang Rendam 4 Desa di Bolaang Mongondow, 601 Jiwa Terdampak
Banjir Bandang Rendam 4 Desa di Bolaang Mongondow, 601 Jiwa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa banjir bandang telah merendam empat desa di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Bencana ini berdampak pada 181 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 601 jiwa.

Data Terbaru dari BPBD

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru pada Jumat (29 Mei), sebanyak 134 rumah terdampak banjir bandang yang terjadi sejak Rabu (27 Mei). "Total 181 KK atau 601 jiwa terdampak banjir bandang yang terjadi sejak Rabu (27/5) kemarin," ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (30 Mei).

Penyebab Banjir

Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow pada Rabu (27 Mei), yang menyebabkan Sungai Botuk meluap. "Luapan sungai itu membawa material lumpur, kayu, dan sampah hingga ke permukiman warga dengan ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter," jelas Adolf.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Empat Desa Terdampak

Adolf merinci bahwa empat desa yang terdampak adalah Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. "Desa Solimandungan II menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 103 rumah dan 460 jiwa terdampak. Terdapat 2 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, 8 rumah rusak ringan, serta satu warung rusak berat," ungkapnya.

Sementara itu, di Desa Solimandungan I terdapat 19 rumah dan 89 jiwa terdampak, termasuk 11 balita dan 6 lansia. "Kemudian di Desa Komangaan hanya ada 11 rumah dan 48 jiwa terdampak. Kalau Desa Solimandungan Baru hanya ada 1 rumah terdampak," tambahnya.

Fasilitas Umum Terdampak

Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sarana pendidikan juga ikut terdampak banjir. Pemerintah setempat bersama TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat terus melakukan pembersihan lumpur serta material kayu yang menumpuk di permukiman warga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga