Sudin Gulkarmat Jaksel Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Rumah di Tendean
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Rumah di Tendean

Sudin Gulkarmat Jaksel Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Rumah Tinggal di Tendean

Sudin Gulkarmat Jaksel atau Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan secara resmi menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah tinggal yang terjadi di Jalan Kapten Tendean, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, saat dihubungi di Jakarta pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2026, berdasarkan laporan dari kantor berita Antara.

Kronologi dan Respons Cepat Petugas

Asril menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan kebakaran dari masyarakat yang datang langsung ke pos pemadam sekitar pukul 18.50 WIB. Laporan awal tersebut berasal dari seorang ibu RT yang mencium bau api yang berasal dari dalam rumahnya di kawasan tersebut.

"Petugas kemudian segera mengerahkan sejumlah unit pemadam ke lokasi kejadian di wilayah Mampang untuk melakukan penanganan secepat mungkin," ucap Asril. Unit pertama berhasil tiba di lokasi pada pukul 18.58 WIB, setelah diberangkatkan sekitar pukul 18.53 WIB, menunjukkan respons yang sangat cepat dari tim penanggulangan kebakaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Pemadaman dan Pendinginan yang Efektif

Proses pemadaman api dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan berhasil dilokalisir pada pukul 19.30 WIB, sehingga mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Asril menekankan bahwa keberhasilan ini sangat penting untuk meminimalisir kerusakan yang lebih luas.

Selanjutnya, proses pendinginan di area seluas 250 meter persegi dilakukan mulai pukul 19.56 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan menghindari kemungkinan kebakaran ulang. "Dalam penanganan kejadian tersebut, Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan total 17 unit pemadam dengan 68 personel. Saat ini dipastikan lokasi kejadian dinyatakan aman dan pemadaman telah selesai sepenuhnya," jelas Asril dengan penuh keyakinan.

Kewaspadaan terhadap Potensi Kebakaran di Momen Ramadan

Secara terpisah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan perumahan padat penduduk selama momen Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Sucipto, Analis Kebakaran Ahli Muda di dinas tersebut, menyatakan bahwa selama Ramadan, potensi kebakaran rumah tangga cenderung meningkat karena aktivitas masyarakat di dapur lebih intens dibandingkan hari biasa.

"Selama Ramadan aktivitas memasak meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Kondisi ini membuat potensi kebakaran rumah tangga juga ikut meningkat apabila masyarakat kurang berhati-hati," ujar Sucipto, seperti dilansir Antara pada Rabu 11 Maret 2026.

Penyebab Umum dan Langkah Pencegahan

Sucipto menjelaskan bahwa sebagian besar kasus kebakaran di kawasan perumahan umumnya disebabkan oleh:

  • Kelalaian dalam penggunaan peralatan memasak
  • Kompor gas yang tidak dalam kondisi baik
  • Instalasi listrik yang tidak terawat dengan benar

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya mitigasi kebakaran serta meningkatkan kesiapsiagaan personel selama bulan Ramadan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

Pernyataan ini disampaikan menyusul dua kejadian kebakaran yang terjadi pada Selasa 10 Maret 2026 di Kota Palangka Raya, yang menyebabkan kerugian material signifikan dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga