Serangan Udara Nigeria Tewaskan Ratusan Warga Sipil, Termasuk Anak-anak
Serangan Udara Nigeria Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Serangan Udara Nigeria Tewaskan Ratusan Warga Sipil di Pasar

Dalam laporan terbaru dari Afrika, lebih dari 100 warga sipil, termasuk banyak anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Nigeria. Insiden tragis ini terjadi di sebuah pasar di wilayah timur laut Nigeria, tepatnya di desa Jilli yang terletak di perbatasan antara negara bagian Yobe dan Borno. Serangan tersebut, yang terjadi pada hari Sabtu, tidak hanya menewaskan ratusan orang tetapi juga melukai banyak warga lainnya yang sedang beraktivitas di area tersebut.

Respons Militer dan Seruan Amnesty International

Angkatan Udara Nigeria telah mengumumkan bahwa Unit Investigasi Kecelakaan dan Kerugian Sipil mereka akan segera dikirim ke lokasi untuk melakukan misi pencarian fakta. Namun, organisasi hak asasi manusia Amnesty International telah mengutip pernyataan dari para penyintas yang menyebutkan bahwa korban tewas mencapai setidaknya 100 orang. Isa Sanusi, direktur Amnesty International Nigeria, dengan tegas menyatakan, "Kami memiliki foto-foto mereka dan di antaranya termasuk anak-anak," menegaskan bahwa korban adalah warga sipil yang tidak bersalah.

Amnesty International juga menyerukan dilakukannya penyelidikan independen atas insiden ini, sambil mengkritik kebiasaan militer yang sering kali menyebut korban sipil sebagai bandit. Serangan ini menyoroti risiko operasi militer di daerah konflik yang padat penduduk, di mana warga sipil sering menjadi korban collateral damage.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Berita Dunia Lainnya: Dari Politik hingga Bencana Alam

Selain tragedi di Nigeria, dunia juga dihebohkan oleh pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai Iran. Trump menyatakan bahwa dirinya "tidak peduli" apakah Iran kembali ke meja perundingan untuk gencatan senjata atau tidak. Ia menambahkan bahwa Iran berada dalam kondisi yang sangat buruk dan putus asa, sambil menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Di belahan dunia lain, Papua Nugini dilanda bencana alam yang memilukan. Topan Tropis Maila telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 11 warga. Pemerintah Australia telah berjanji memberikan bantuan sebesar A$2,5 juta untuk upaya pembersihan dan pemulihan. Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, mengakui bahwa menjangkau komunitas terpencil yang terkena dampak menjadi tantangan besar, namun ia memastikan bahwa bantuan makanan, air, dan tempat penampungan sementara sedang diorganisir.

Dunia Hiburan Berduka: Meninggalnya Legenda Musik India

Di sektor hiburan, dunia musik berduka atas meninggalnya penyanyi playback legendaris India, Asha Bhosle, pada usia 92 tahun. Bhosle, yang merupakan ikon musik Bollywood pada era 1970-an dan 80-an, meninggal di rumah sakit Breach Candy di Mumbai akibat keluhan "kelelahan ekstrem" dan infeksi dada. Selama karirnya yang mencapai tujuh dekade, ia telah merekam lebih dari 12.000 lagu dalam berbagai bahasa India, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi industri musik.

Keluarga dan penggemarnya di seluruh dunia menyampaikan belasungkawa, termasuk Mamata Banerjee, kepala menteri negara bagian Bengal Barat, yang menulis di media sosial X tentang kesedihannya atas kepergian musisi hebat ini. Kematian Bhosle menandai akhir dari sebuah era dalam dunia musik India, namun karya-karyanya akan terus dikenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga