RSUD Bekasi kembali menerima dua pasien baru yang menjadi korban kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kedua pasien tersebut datang pada hari ini setelah mengeluhkan rasa sakit dan sesak napas.
Kronologi Kedatangan Pasien
Wadir Pelayanan RSUD Bekasi, Sudirman, menjelaskan bahwa sebelumnya ada satu korban yang sempat masuk IGD pada malam kejadian. Namun, saat itu korban tidak memiliki keluhan dan dokter yang memeriksanya memperbolehkan pulang. Dua hari kemudian, korban tersebut kembali dengan keluhan sesak napas dan akhirnya dirawat di RSUD Bekasi.
“Dua hari berikutnya tiba-tiba ada yang mengeluh sesak napas dan lain-lain, jadi masuk lagi ke IGD kami, kemudian kita rawat,” ujar Sudirman kepada wartawan di RSUD Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Kondisi Korban Saat Ini
Hingga saat ini, total masih ada 17 korban yang menjalani perawatan di RSUD Bekasi. Sudirman menambahkan bahwa banyak pasien yang masih memerlukan observasi dan pemulihan pascaoperasi. Rata-rata keluhan yang dialami adalah nyeri pada organ tubuh, terutama patah tulang, cedera wajah, perut, dan tulang iga.
“Rata-rata nyeri ya, nyeri pada organ-organ tubuh. Terutama yang patah tulang, kemudian pada wajah, ada juga yang pada perut ya, ada yang pada tulang iga,” jelasnya.
Tindakan Operasi
Dari jumlah tersebut, RSUD Bekasi telah melakukan operasi terhadap tiga korban pada hari ini. Salah satu operasi yang dilakukan adalah pada tendon jari yang dianggap tidak terlalu vital.
“Hari ini ada tiga yang dioperasi. Tadi ada yang ini, tendon ya. Kalau tendon sih nggak terlalu vital, tendon di jari,” ucap Sudirman.
Latar Belakang Kejadian
Sebagaimana diketahui, kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tragis ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.



