Polisi tengah mengusut penyebab kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur. Kecelakaan ini melibatkan KRL, taksi Green SM, dan KA Argo Bromo Anggrek, yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan bermula pada Senin (27/4) malam saat taksi Green SM berhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. Akibat tabrakan itu, KRL terhenti di tengah rel. Warga sekitar berkumpul untuk membantu evakuasi taksi.
Di sisi lain, KRL arah Cikarang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden sebelumnya. KRL yang berhenti di stasiun inilah yang kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Penyelidikan Polisi
Pada Rabu (29/4/2026), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kecelakaan tersebut. Semua unsur akan diperiksa, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP," kata Budi.
Korban Jiwa dan Luka
Total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sementara 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian korban yang dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang.
"44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 16 orang setelah adanya penambahan satu korban dari RSUD Kota Bekasi," tuturnya.
Pemeriksaan Masinis dan Sopir Taksi
Masinis KA Argo Bromo Anggrek dan sejumlah petugas stasiun akan diperiksa pada Kamis (30/4). Sopir taksi Green SM berinisial REP sudah lebih dulu diperiksa.
"Untuk agenda pemeriksaan petugas (masinis, petugas stasiun, polsuska) dari PT KAI akan dilaksanakan di kantor PT KAI besok," kata Budi.
Hingga saat ini, REP masih dimintai keterangan di Polres Metro Bekasi Kota. "Driver taksi online inisial RRP diminta keterangan kemarin Selasa dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota," ucapnya.
Sebelumnya, KAI menyebut ada 15 korban meninggal pada Selasa (28/4). Namun, jumlah tersebut bertambah menjadi 16 orang setelah satu korban tambahan dilaporkan.



