Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengawal pemulangan jenazah korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Identitas Korban
Korban diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Almarhum mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Proses Pemulangan Jenazah
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah diberangkatkan dari RSUD Rupit menuju Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran. Tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen yang diperlukan.
Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Pengawalan dilakukan secara estafet oleh Satlantas di wilayah yang dilintasi, mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Prabumulih, hingga tiba di RS Bhayangkara Palembang.
Pernyataan Kapolres Musi Rawas Utara
Kapolres Musi Rawas Utara, Kombes Rendy Surya Aditama, menyampaikan belasungkawa. "Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada Sabtu dini hari, 9 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal sesuai permintaan keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.
Pernyataan Kabid Humas Polda Sumsel
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa pengawalan ini adalah bentuk pelayanan kemanusiaan Polri. "Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik, mulai dari penanganan medis, administrasi, hingga pengawalan pemulangan jenazah. Ini bentuk empati dan tanggung jawab kemanusiaan agar proses berjalan aman dan lancar," jelasnya. Ia juga mengapresiasi personel yang terlibat dalam pengawalan estafet lintas wilayah sehingga pemulangan jenazah berjalan tertib dan kondusif.



