Plafon Pasar di Kabupaten Bandung Ambruk, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka
Insiden mengerikan terjadi di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, pada Senin (16/3/2026). Plafon pasar yang terbuat dari beton tiba-tiba ambruk dan menimpa orang-orang yang berada di bawahnya. Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban yang meninggal dunia tertimpa material plafon beton dan meninggal seketika di lokasi kejadian. Tiga korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut.
Agus Diman (50), salah seorang pedagang dan saksi mata, menuturkan bahwa kondisi plafon pasar sudah lebih dulu retak sebelum ambruk. "Emang sudah retak sebelumnya. Ditambah kan ada gilingan (tepung) mesin. Jadi ada getaran gitu," ujar Agus Diman. Akibat insiden ini, sebanyak 13 kios pedagang juga mengalami kerusakan akibat tertimpa material plafon yang roboh.
Respons Pihak Berwenang dan Penyelidikan
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh. Satreskrim Polresta Bandung akan melakukan penyelidikan dengan metode scientific, dan Polda Jabar juga turun membantu proses penyelidikan. "Betul sekali, Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini karena ada korban meninggal dunia ya," ujar Aldi Subartono saat ditemui di lokasi kejadian.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. "Info terakhir yang saya dapat, ada satu korban meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Yang jelas ini menjadi peringatan bagi kita semua," ujar Ali Syakieb. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap infrastruktur pasar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dampak dan Evaluasi Keamanan
Insiden ini menimbulkan keprihatinan serius terhadap keamanan infrastruktur publik di Kabupaten Bandung. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kondisi plafon pasar yang sudah retak sebelumnya menunjukkan adanya kelalaian dalam pemeliharaan.
- Getaran dari mesin gilingan tepung diduga memperparah kerusakan struktur plafon.
- Perlu adanya inspeksi rutin terhadap bangunan pasar untuk memastikan keamanan pengunjung dan pedagang.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan penyelidikan dan mengambil langkah-langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang kembali. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas publik seperti pasar tradisional.
