Petugas medis dan relawan berjibaku mengevakuasi sejumlah penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong kereta setelah kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4) malam. Tim gabungan menggunakan alat berat seperti gergaji dan gerinda untuk membebaskan korban yang terjepit. Di lantai bawah stasiun, ambulans terlihat sibuk membawa korban luka-luka ke rumah sakit terdekat.
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Commuter Line sedang berhenti di jalur nomor satu yang menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak Commuter Line yang sedang berhenti. Akibat benturan keras, rangkaian belakang Commuter Line ringsek parah karena ditabrak kereta dengan kecepatan tinggi.
Kondisi di Lokasi Kejadian
Hingga saat ini, situasi di Stasiun Bekasi Timur masih ramai oleh petugas dan kerabat korban yang menunggu kabar. Seorang warga bernama Supriyana (46) yang hendak melintas di depan stasiun mengaku kaget melihat keramaian. "Ramai banget, kirain ada apaan, enggak tahunya ada kecelakaan kereta," ujarnya. Kemacetan panjang terjadi di jalan raya depan stasiun karena jalan tersebut menjadi akses utama ambulans dan banyak warga yang ingin menyaksikan langsung kejadian.
Proses Evakuasi
Petugas gabungan dari berbagai instansi bekerja keras mengevakuasi korban. Gergaji dan gerinda digunakan untuk memotong bagian gerbong yang penyok agar korban dapat dikeluarkan. Ambulans terus hilir mudik membawa korban ke rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung.
Dampak Kecelakaan
Kecelakaan ini menyebabkan gangguan pada perjalanan kereta di lintas Cibitung-Bekasi Timur. Aliran listrik aliran atas (LAA) untuk sementara dimatikan demi kelancaran evakuasi. Penumpang yang selamat dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Petugas masih melakukan pendataan jumlah korban luka dan meninggal dunia.



