Perahu Migran Terbalik di Kreta, Yunani: 3 Tewas, 20 Diselamatkan
Perahu Migran Terbalik di Kreta, 3 Tewas dan 20 Selamat

Perahu Migran Terbalik di Perairan Kreta, Yunani: 3 Tewas dan 20 Berhasil Diselamatkan

Sebuah perahu kayu yang mengangkut para migran mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan sekitar Pulau Kreta, Yunani. Insiden tragis ini dilaporkan menewaskan tiga orang, sementara 20 lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan yang melibatkan berbagai pihak.

Operasi Penyelamatan Melibatkan Kapal Komersial dan Patroli

Proses penyelamatan para korban dilakukan atas perintah Pusat Pencarian dan Penyelamatan Yunani, dengan melibatkan kapal komersial. Sebagian besar korban selamat berasal dari Mesir dan Sudan, termasuk empat anak-anak yang turut menjadi korban dalam kejadian ini.

Juru bicara penjaga pantai Yunani menyatakan bahwa pencarian korban selamat terus dilakukan dengan menggunakan empat kapal patroli, sebuah pesawat, dan dua kapal dari badan perbatasan Eropa Frontex. Operasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Kronologi Kecelakaan dan Kondisi Perahu

Menurut penyiar publik Yunani ERT, kecelakaan terjadi ketika sebuah kapal mendekati perahu kayu para migran. Saat para penumpang mencoba menaiki tangga ke perahu, gerakan tiba-tiba menyebabkan perahu kecil itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Para korban selamat mengungkapkan bahwa sekitar 50 orang berada di atas perahu kayu tersebut sebelum kecelakaan terjadi. Selain itu, sebuah perahu kedua yang membawa sekitar empat puluh migran juga terlihat di daerah yang sama, memicu operasi penyelamatan lainnya untuk mencegah insiden serupa.

Latar Belakang Migrasi dan Kebijakan Yunani

Selama lebih dari setahun, para migran telah berupaya menyeberangi perairan berbahaya dari Libya menuju Kreta, yang merupakan pintu gerbang menuju Uni Eropa. Menurut data dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), lebih dari 16.770 orang yang mencari suaka tiba di Kreta pada tahun 2025.

UNHCR juga mencatat bahwa 107 orang meninggal atau hilang di perairan Yunani pada tahun yang sama. Menghadapi lonjakan kedatangan migran, pemerintah Yunani yang konservatif telah menangguhkan pemrosesan permohonan suaka selama tiga bulan pada musim panas lalu, khususnya bagi mereka yang datang dari Libya.

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi oleh para migran dalam perjalanan mereka mencari kehidupan yang lebih baik, serta tantangan yang dihadapi oleh otoritas setempat dalam menangani arus migrasi yang terus meningkat.