Pemotor Tewas Tertindas Bus di Flyover Pesing Usai Gagal Manuver Menyalip
Insiden tragis terjadi pada Kamis, 16 April 2026, pukul 06.30 WIB, di tanjakan Flyover Pesing yang terletak di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seorang pengendara sepeda motor bernama FM, berusia 24 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah bus.
Kronologi Kecelakaan yang Memilukan
Menurut keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, korban saat itu sedang berkendara dari arah timur menuju barat. Dalam upayanya untuk menyalip bus PO Berlian Jaya di dekat tanjakan flyover, sepeda motor yang dikendarainya malah menyerempet bodi depan kanan bus tersebut.
"Kemudian jatuh dan tertindas kendaraan mobil bus PO Berlian Jaya," jelas AKP Joko Siswanto dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari yang sama. Akibat insiden ini, korban tewas dengan luka serius di bagian kepala.
Proses Evakuasi dan Penyelidikan Berlangsung
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Kabupaten Tangerang untuk menjalani prosedur visum guna menentukan penyebab kematian secara lebih detail. Sementara itu, tim investigasi kecelakaan atau Laka Tim 1 tengah aktif mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian perkara.
Pencarian bukti visual ini bertujuan untuk mengungkap gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut. "Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," tegas AKP Joko Siswanto, menandakan bahwa pihak berwajib masih mengumpulkan data dan analisis sebelum menyimpulkan hasil akhir.
Keselamatan Berkendara di Jalan Raya
Insiden ini mengingatkan kembali akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama di area tanjakan atau lokasi dengan visibilitas terbatas seperti flyover. Pengendara disarankan untuk selalu berhati-hati dan menghindari manuver menyalip yang berisiko tinggi, khususnya di jalanan yang ramai atau kondisi lalu lintas padat.
Kecelakaan di Flyover Pesing ini menjadi catatan kelam bagi keselamatan transportasi di Jakarta Barat, mendorong perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai infrastruktur dan pengawasan lalu lintas di kawasan tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.



