Listrik Padam di Sumatera, 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Genset
Listrik Padam Sumatera, 4 Tewas Akibat Genset

Jakarta - Pemadaman listrik massal yang melanda Pulau Sumatera mengakibatkan tragedi kemanusiaan. Sebanyak tujuh warga menjadi korban dalam dua insiden terpisah di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dari total tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden di Sumatera Utara

Di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dua karyawan sebuah toko aksesoris ponsel ditemukan tewas di dalam rumah toko pada Sabtu (23/5). Keduanya diduga meninggal akibat keracunan asap mesin genset yang dioperasikan saat pemadaman listrik massal melanda wilayah tersebut. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih.

Kejadian pertama kali terungkap sekitar pukul 12.30 WIB ketika rekan kerja para korban datang untuk membuka toko. Namun, kondisi ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam. Rekan kerja kemudian mencoba menghubungi melalui telepon, namun panggilan tidak dijawab. Karena curiga, pengawas toko meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu ruko.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan di dalam kamar dalam kondisi mengenaskan. Dua korban sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya dalam keadaan pingsan. Korban meninggal diketahui berinisial RR (24) warga Kota Tebing Tinggi dan AA (22) warga Kabupaten Serdang Bedagai. Dua korban selamat, M (22) dan DCA (17), langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk penanganan medis.

"Keempat korban telah dievakuasi ke RSUD Bidadari. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada keracunan asap genset yang digunakan selama listrik padam," ujar Rahmat.

Insiden di Sumatera Barat

Selain di Sumatera Utara, tiga orang remaja di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, juga menjadi korban keracunan akibat menghirup gas karbon monoksida dari mesin genset masjid. Dua orang tewas dan satu dirawat di rumah sakit setelah sempat kritis. Kedua korban meninggal berinisial GA (15) dan HAK (15), sementara korban kritis berinisial H (16) masih menjalani perawatan intensif. Ketiganya berstatus pelajar dari sekolah yang berbeda.

Kapolsek X Kota Iptu Martheriko menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.40 WIB. Sekelompok remaja berkumpul dan bermain di masjid. Karena baterai handphone habis, mereka meminta izin untuk menyalakan genset di ruang sekretariat masjid sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya ada lima orang yang berkumpul, namun dua di antaranya memilih pulang, sedangkan ketiga korban memutuskan tidur di kamar belakang masjid dengan pintu tertutup rapat tanpa ventilasi udara.

"Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbon monoksida tidak berbau dan tidak berwarna sehingga korban tidak menyadari bahayanya," ucap Martheriko. Ketiga korban baru ditemukan tidak sadarkan diri pada Sabtu (23/5) pagi sekitar pukul 05.30 WIB oleh ibu salah satu korban yang berniat membangunkan mereka. Warga kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang.

Dampak Pemadaman Listrik

Sebelumnya, pemadaman listrik massal melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5). Gangguan ini berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, hingga layanan transportasi umum di sejumlah daerah. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam penggunaan genset, terutama di ruang tertutup.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga