Kemenhub Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Terungkap

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi awal kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa tersebut diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kejadian ini diawali ketika rangkaian KRL dengan relasi Bekasi–Cikarang tertemper oleh sebuah mobil di perlintasan JPL 85. "Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," ujar Dudy pada Selasa (28/4/2026), seperti dikutip dari Antara.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) dengan kode 5181. Hal ini karena kereta tersebut berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler. Proses evakuasi dilakukan untuk memulihkan situasi dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecelakaan ini juga berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api lain. Sebanyak 19 perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan imbas dari insiden kereta Argo Bromo yang menabrak KRL. Pihak Kemenhub terus berkoordinasi dengan operator kereta untuk menangani dampak dan meminimalkan gangguan bagi penumpang.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Kemenhub juga akan melakukan evaluasi terhadap keselamatan perlintasan sebidang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga