Kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan CommuterLine (KRL) tujuan Jakarta-Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.53 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 81 orang terluka, dan 3 lainnya masih terperangkap di dalam kereta.
Pernyataan Direktur Utama KAI
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. "Evakuasi terus terang dilakukan dengan sangat hati-hati sekali. Evakuasi telah dilakukan dari sebanyak 12 rangkaian gerbong telah dilakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi," ujarnya dalam tayangan live Kompas TV, Selasa (28/4/2026).
Kronologi Kejadian
Salah satu penumpang yang selamat, Munir, menceritakan awal mula kecelakaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kepanikan di antara para penumpang. Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga Selasa pagi.
KAI sebelumnya juga mengumumkan diskon tiket kereta sebesar 20 persen sebagai bagian dari program promosi. Namun, kecelakaan ini menjadi perhatian utama publik terkait keselamatan perjalanan kereta api.



