Badan Maritim Inggris melaporkan sebuah kapal tanker dihantam oleh proyektil tak dikenal di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan pernyataan Amerika Serikat yang akan mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz yang diblokir.
Kronologi Insiden
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker melaporkan terkena hantaman proyektil misterius. Semua awak kapal dilaporkan selamat dan tidak ada dampak lingkungan yang terdeteksi. Insiden ini terjadi sekitar 78 mil laut di utara kota Fujairah, UEA. UKMTO menyerukan kepada kapal-kapal yang melintasi wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihak berwenang setempat akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Latar Belakang Ketegangan
Laporan ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran sejak gencatan senjata dalam perang Timur Tengah mulai berlaku pada 8 April. Iran masih mempertahankan kendali atas Selat Hormuz yang strategis, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut sebagai respons.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mulai mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut mulai hari Senin. Komando Pusat AS mengumumkan akan mengerahkan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 anggota militer dalam misi pengawalan tersebut.
Dampak pada Lalu Lintas Maritim
Menurut perusahaan intelijen maritim AXSMarine, pada tanggal 29 April terdapat lebih dari 900 kapal komersial di Teluk, menurun dari sebelumnya lebih dari 1.100 kapal pada awal konflik. Penurunan ini menunjukkan dampak ketegangan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di perairan Teluk yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan AS bahwa campur tangan di Selat Hormuz akan melanggar gencatan senjata yang telah disepakati.



