PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan KAI Commuter Line menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi para korban yang mengalami trauma akibat kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Para korban yang membutuhkan bantuan psikologis dipersilakan memanfaatkan layanan yang telah disediakan oleh perusahaan.
Layanan Psikologis bagi Korban
Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Indonesia (KCI) Karina Amanda mengungkapkan bahwa KAI dan KAI Commuter menyediakan layanan untuk membantu pendampingan psikologis bagi penumpang yang menjadi korban kecelakaan kereta pada 27 April lalu. Korban dapat menghubungi layanan call center di nomor 0812-9660-5747.
Selain melalui call center, korban juga dapat mendatangi langsung posko informasi yang tersedia di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir. Hal ini disampaikan Karina saat dihubungi pada Kamis, 30 April 2026.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa di Bekasi Timur bermula ketika taksi Green SM terhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April malam. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta.
KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Warga berkumpul untuk membantu proses evakuasi taksi tersebut. Sementara itu, KRL arah Cikarang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Korban Meninggal Bertambah
Pada Selasa, 28 April, KAI menyebutkan ada 15 orang yang menjadi korban meninggal dunia. Kini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Layanan psikologis ini diharapkan dapat membantu para korban dan keluarga yang mengalami trauma akibat kecelakaan tersebut. KAI terus berupaya memberikan dukungan terbaik bagi semua pihak yang terdampak.



