Jakarta - Endang Kuswati (41) menjadi salah satu korban kecelakaan kereta di Bekasi yang berhasil dievakuasi setelah terjepit selama 12 jam. Ia ditemukan dalam kondisi tertimpa korban lain dan mengalami patah kaki kanan serta tangan membengkak. Informasi tersebut disampaikan oleh Mahfud, paman korban, yang mengungkapkan bahwa Endang saat ini sudah sadar namun masih dalam kondisi sangat lemas dan membutuhkan perawatan intensif.
Evakuasi Terakhir dan Kondisi Terkini
Endang merupakan korban terakhir yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Ia langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) pagi. Proses evakuasi tuntas sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut Mahfud, kaki Endang patah dan aliran darahnya tidak lancar karena terjepit hampir 12 jam. Tim medis masih menunggu kondisi saluran darah membaik sebelum melakukan tindakan operasi. "Tindak lanjutnya ya sesudah saluran darahnya itu lancar, baru dioperasi. Ya, itu masalahnya patah tulangnya itu," ungkap Mahfud.
Ditemukan Tertimpa Korban Lain
Mahfud menjelaskan bahwa kondisi kaki Endang sangat parah karena lama terjepit. Bahkan, korban ditemukan dalam keadaan di bawah kereta dan tertimpa korban lain. Awalnya, keluarga tidak memiliki akses masuk ke lokasi. Namun, putra Mahfud, Iqbal, yang juga adik sepupu Endang, berhasil masuk bersama seorang wartawan. "Nah begitu si fotografer ini foto-foto kan di dalam kereta itu. Dalam kereta, begitu dilihat sama anak saya, ketemu. Posisinya tertelungkup. Dia jadi ada di bawah, di bawahnya dia, ada mayat sebelumnya. Di atas juga, ada ini orang, mayat juga," sambung Mahfud. Iqbal segera memberitahu petugas untuk mengevakuasi Endang.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi di dalam kereta yang penuh dengan korban. Endang menjadi salah satu orang terakhir yang dikeluarkan. "Kalau aku dengar seperti itu (orang terakhir), tapi selanjutnya aku tidak ada info lagi ya. Karena ketika langsung dievakuasi dari stasiun, kita langsung, langsung berangkat ke rumah sakit ya," tambah Iqbal. Kecelakaan ini menjadi perhatian publik dan mendorong investigasi lebih lanjut terkait keselamatan perkeretaapian.



