Yunis, seorang ibu yang anaknya menjadi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur, mengaku sempat tidak percaya saat menerima kabar duka tersebut. Ia mengira panggilan telepon yang diterimanya adalah aksi penipuan.
Kronologi Panggilan Telepon
Pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, Yunis menerima panggilan dari nomor tidak dikenal. Seseorang menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan kereta di Bekasi Timur dan anaknya, Laily (27), menjadi korban. Yunis awalnya ragu. "Saya pikir itu penipuan," ujarnya saat ditemui di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Laily bekerja di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan biasa menggunakan kereta untuk pulang pergi ke Cibitung. Tak lama setelah panggilan pertama, telepon Yunis berdering lagi. Kali ini, ia mendengar suara anaknya yang meminta tolong, "Mama, aku mama, tolongin." Yunis meminta panggilan video, namun hanya dikirimi foto kondisi Laily. "Foto saya lihat, 'Iya anak saya nih.' Saya langsung panik," tuturnya.
Konfirmasi dan Evakuasi
Hampir bersamaan, Yunis mendapat kabar dari rekan kerja tentang kecelakaan tersebut. Ia pun menghubungi keluarga lain untuk memastikan. Tak lama, petugas memberi kepastian bahwa Laily telah dievakuasi ke RSUD Bekasi. "Petugas bilang, 'ibu, anaknya sekarang saya bawa ke RSUD Bekasi ya.' Untung anak saya ingat nomor telepon saya karena HP-nya hilang," ungkap Yunis.
Kondisi Korban
Laily mengalami luka di punggung dan kaki, serta benturan di kepala. "Luka di belakang di punggung, di kaki itu aja. Kepalanya benjol," kata Yunis. Korban juga sempat muntah dan pusing, namun tetap sadar. Menurut Laily, kejadian terjadi sangat cepat. Ia sedang menggunakan ponsel dan tidak menyadari situasi. "Anak muda kan main handphone ya dia enggak engeh. Tiba-tiba itu, langsung kereta masuk, dia kaget," jelas Yunis.
Barang Hilang
Sejumlah barang milik Laily dilaporkan hilang, termasuk telepon genggam, gelang emas, dan uang tunai. Namun, Yunis mengutamakan keselamatan anaknya. "Yang penting anak saya dulu, keselamatannya," ujarnya. Yunis tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB setelah menempuh perjalanan dari Depok. Ia berharap kondisi anaknya segera membaik dan mendapat penanganan maksimal. "Kalau menurut saya sih kejadiannya human error ya. Kok bisa sampai sinyal enggak terdeteksi," pungkasnya.



