Bus Wisatawan Bekasi Terguling di Turunan Cariang, Sopir Diduga Mengantuk
Sebuah bus yang mengangkut rombongan wisatawan dari Bekasi mengalami kecelakaan serius di jalan Raya Bayah-Sawarna, tepatnya di Kampung Tumenggung, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Insiden yang terjadi pada Selasa pagi, 24 Maret 2026, ini mengakibatkan bus terguling di turunan Cariang.
Diduga Akibat Sopir Mengantuk
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, IPDA Aris Setyawan, kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk. "Pengemudi mengemudikan kendaraan tersebut dalam kondisi mengantuk, sehingga mengakibatkan kendaraan hilang kendali," jelas Aris Setyawan dalam pernyataannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Bus dengan nomor polisi B-7885-FFA tersebut sedang dalam perjalanan membawa 36 penumpang menuju destinasi wisata Pantai Sawarna. "Dari arah Pulau Manuk, hendak menuju Pantai Sawarna," tambah Aris Setyawan.
36 Penumpang Alami Luka-Luka
Meskipun kecelakaan tergolong parah dengan bus yang terguling, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, seluruh penumpang yang berjumlah 36 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
"Atas kejadian tersebut beberapa penumpang yang ada di dalam kendaraan tersebut mengalami luka-luka," ungkap Aris Setyawan. Para korban telah segera mendapatkan pertolongan dan perawatan medis di rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Lokasi Kecelakaan di Jalur Wisata
Jalan Raya Bayah-Sawarna merupakan akses menuju Pantai Sawarna yang terkenal sebagai destinasi wisata alam di Banten. Kecelakaan ini terjadi di turunan Cariang yang dikenal memiliki medan yang cukup menantang bagi pengendara, terutama kendaraan besar seperti bus.
Insiden ini mengingatkan pentingnya kesiapan pengemudi, khususnya saat mengangkut penumpang dalam perjalanan jarak jauh menuju lokasi wisata. Faktor kelelahan dan mengantuk sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.
Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi pasti kecelakaan dan kemungkinan faktor lain yang turut berkontribusi. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara, terutama saat membawa penumpang dalam jumlah banyak.



