Bencana Hidrometeorologi Landa Tiga Provinsi Saat Idulfitri 1447 H
Bencana Hidrometeorologi Landa 3 Provinsi Saat Lebaran

Bencana Hidrometeorologi Landa Tiga Provinsi Selama Idulfitri 1447 H

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi, termasuk cuaca ekstrem dan banjir, yang melanda beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Maluku pada tanggal 20-21 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kejadian ini telah menyebabkan dampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur di wilayah terdampak.

Jawa Barat: Cuaca Ekstrem dan Banjir di Cianjur dan Depok

Di Provinsi Jawa Barat, fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda lima desa di empat kecamatan di Kabupaten Cianjur pada Jumat, 20 Maret 2026. Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, kejadian ini mengakibatkan sekitar 18 kepala keluarga terdampak dan 18 rumah mengalami kerusakan. Penanganan darurat difokuskan pada penanganan pohon tumbang serta perbaikan atap rumah warga yang terdampak.

Selain itu, banjir terjadi di Kelurahan Mekarsari dan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sebanyak 685 kepala keluarga terdampak, dengan 17 jiwa atau enam kepala keluarga terpaksa mengungsi. Kaji cepat sementara mencatat sekitar 691 unit rumah terdampak, meskipun kondisi terkini menunjukkan banjir telah berangsur surut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jawa Timur: Banjir di Kabupaten Mojokerto

Di Provinsi Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 20 Maret 2026, menyebabkan sekitar 275 jiwa mengungsi dan 146 rumah terdampak. Bencana ini juga mengakibatkan satu tanggul jebol, lebih dari 20 hektare lahan persawahan terendam, dan tiga akses jalan terganggu. Wilayah terdampak meliputi Desa Kertosari di Kecamatan Kutorejo dan Desa Jumenang di Kecamatan Mojoanyar.

Maluku: Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat

Di Provinsi Maluku, banjir terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdampak terhadap sekitar 177 kepala keluarga dan rumah warga. Wilayah terdampak mencakup Desa Buano Utara di Kecamatan Huamual Belakang dan Desa Piru di Kecamatan Seram Barat. Menurut laporan BNPB, kondisi saat ini banjir mulai surut, namun kerusakan yang ditimbulkan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Abdul Muhari menekankan bahwa bencana hidrometeorologi basah ini telah berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah selama periode libur Lebaran. BNPB terus memantau situasi dan memberikan bantuan darurat untuk memulihkan kondisi di daerah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir, terutama di musim penghujan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga