Banjir rob telah merendam permukiman warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati selama satu bulan. Dampaknya mulai dirasakan warga, salah satunya keluhan gatal-gatal.
Warga Resah, Rob Tak Kunjung Surut
Suparno (60), salah satu warga, mengaku gelisah karena genangan rob tak kunjung surut. Ia mengaku tidak bisa tidur karena rob datang menghantui dirinya dan keluarga. "Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa," jelas Suparno saat ditemui di lokasi, Senin (22/6).
Ia mengatakan rob mulai naik ke rumah warga pada siang sampai sore hari. Bahkan, genangan rob pun merendam rumahnya setiap kali laut pasang. Dia pun mengaku gatal-gatal sampai meriang karena dampak banjir.
Kelelahan Membersihkan Rumah
Suparno mengaku lelah karena harus selalu bersih-bersih rumah. "Capek, sakit gatal-gatal, sama lelah bukan main, gara-gara membersihkan sisa banjir ini, pagi dibersihkan siang datang lagi. Malam di rumah masih basah," ungkap dia.
Kondisi ini membuat warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi banjir rob yang terus melanda permukiman mereka.



