Banjir Rendam Empat Kecamatan di Cilegon, Ratusan Warga Dievakuasi ke Tempat Aman
Wilayah Cilegon, Banten, dilanda banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Sabtu (7/3/2026). Kejadian ini menyebabkan sejumlah kawasan, mulai dari perumahan elite hingga perkampungan, terendam air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon mencatat setidaknya empat kecamatan terdampak, yaitu Grogol, Ciwandan, Cibeber, dan Jombang.
Penyebab dan Dampak Banjir di Cilegon
Kepala BPBD Cilegon, Damanhuri, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah hujan deras yang berkelanjutan, disertai dengan penyempitan saluran air atau drainase. "Curah hujan yang tinggi dan drainase yang menyempit memperparah genangan air yang masuk ke permukiman warga," ujarnya pada Minggu (8/3/2026). Selain itu, tanggul di Kecamatan Jombang dilaporkan jebol, menyebabkan air meluap ke area permukiman.
Data sementara menunjukkan bahwa sekitar 1.700 orang terdampak banjir di Kecamatan Jombang dan sekitarnya. Petugas gabungan dari BPBD dan pihak terkait lainnya telah mengevakuasi ratusan warga dari rumah-rumah yang terendam untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. "Korban jiwa nihil, beberapa warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman," tambah Damanhuri.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Warga
Petugas terus berupaya menangani situasi dengan melakukan evakuasi warga yang terdampak. Di Perum Metro Cilegon Gedong Dalem, Jombang Kota Cilegon, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 50-100 sentimeter. Upaya penyelamatan ini dilakukan untuk mencegah risiko lebih lanjut dan memastikan keselamatan masyarakat.
Banjir ini mengingatkan pentingnya perbaikan infrastruktur drainase dan tanggul di wilayah Cilegon. Dengan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, kesiapsiagaan bencana menjadi hal krusial untuk mengurangi dampak di masa depan.



