Banjir Lebaran di Jakarta Timur, Warga dan Kelompok Rentan Dievakuasi Petugas Gulkarmat
Banjir Lebaran di Jaktim, Warga Rentan Dievakuasi

Banjir Melanda Saat Lebaran, Warga Jakarta Timur Dievakuasi

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur tetap siaga melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meski berlangsung di hari pertama Lebaran 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026. Operasi penyelamatan dilakukan di kawasan Cibubur, Ciracas, hingga Pasar Rebo, dengan fokus utama pada keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit.

"Lebaran hari pertama ini evakuasi berjalan lancar meski di tengah kondisi genangan air yang cukup tinggi," tutur Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, Minggu (22/3/2026).

Operasi Evakuasi di Cibubur dan Ciracas

Di wilayah Cibubur, Ciracas, petugas mengevakuasi puluhan warga dari permukiman yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,7 meter di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03. Evakuasi dilakukan setelah laporan diterima pada pukul 17.15 WIB. Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi tersebut, termasuk:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Enam balita
  • Enam lansia
  • Satu ibu hamil
  • Dua warga dalam kondisi sakit

Petugas mengerahkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran (PK), serta unit selang dengan dukungan 10 personel. Proses evakuasi dimulai pukul 17.32 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.30 WIB. Dalam prosesnya, petugas harus menyusuri genangan air yang tinggi sambil memastikan keselamatan warga, khususnya anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.

Selain itu, di lokasi lain di Cibubur, tepatnya di Jalan H. Syarif RT 08/RW 10, petugas kembali mengevakuasi enam warga setelah menerima laporan pada pukul 18.05 WIB dari warga bernama Rizal. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 105 sentimeter. Petugas mengerahkan satu unit light rescue dengan empat personel, dan evakuasi dimulai pukul 18.31 WIB setelah tim tiba dan melakukan asesmen.

Evakuasi di Pasar Rebo dan Kalisari

Evakuasi juga dilakukan di wilayah Pekayon, Pasar Rebo, saat banjir setinggi 110 sentimeter merendam permukiman warga di Jalan Eri Sutrisno RT 01/RW 04. Dua warga yang dievakuasi, yakni Iskandar (65) dan Ike Niswati (32), diketahui dalam kondisi sakit sehingga membutuhkan penanganan cepat. Banjir di wilayah ini berdampak pada sekitar 100 kepala keluarga atau 500 jiwa.

"Dua unit armada dikerahkan masing-masing unit rescue dan unit berkapasitas 2.500 liter, dengan dukungan tujuh personel di bawah komando Yuliantoni," ujar Muchtar. Evakuasi dimulai pukul 17.43 WIB dan selesai pada pukul 20.00 WIB. Kedua warga berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Sementara itu, di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, petugas mengevakuasi tiga warga lanjut usia yang terjebak banjir setinggi 150 sentimeter di Gang Dolang I Blok C No.70, RT 08/RW 11. Ketiga lansia tersebut adalah Ipong Hanipah (70), Muniran (74), dan Suminah (73), yang tidak dapat keluar dari rumah akibat tingginya genangan air. Evakuasi dilakukan mulai pukul 18.26 WIB dan selesai pada pukul 19.30 WIB dengan mengerahkan dua unit Quick Response dan lima personel.

Pentingnya Respon Cepat dan Imbauan Petugas

Selain mengevakuasi warga, petugas juga membantu masyarakat lain di lokasi terdampak yang mencapai sekitar 1.000 jiwa di dua rukun tetangga. Meski air mulai berangsur surut di beberapa titik, petugas tetap mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan.

"Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujar Muchtar. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Seluruh personel kami siagakan untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir," ucap Muchtar. "Kami bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan."

Operasi evakuasi ini berjalan lancar tanpa korban jiwa, menandakan efektivitas penanganan bencana di tengah momen Lebaran yang seharusnya penuh sukacita. Petugas Gulkarmat Jakarta Timur menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keselamatan warga, terutama mereka yang paling membutuhkan bantuan di saat krisis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga