Tanggul Jebol Picu Banjir 5,5 Meter di Perumahan Periuk Tangerang
Banjir 5,5 Meter di Tangerang Akibat Tanggul Jebol

Banjir Parah Rendam Perumahan di Tangerang, Tanggul Kali Sabi Jebol

Bencana banjir dengan ketinggian mencapai 5,5 meter melanda Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Senin (9/3/2026). Pemerintah Provinsi Banten mengonfirmasi bahwa penyebab utama banjir ini adalah tanggul yang jebol di Kali Sabi, yang memicu luapan air dalam skala besar ke permukiman warga.

Respons Cepat dari Pemerintah dan Upaya Penanganan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Kota Tangerang untuk menangani situasi darurat ini. "Barusan telepon (Dinas PU Kota Tangerang), betul tinggi. Ada tanggul di saluran pembuangan Kali Sabi yang jebol," ujar Arlan.

Petugas saat ini sedang melakukan upaya penutupan sementara dengan menggunakan karung pasir untuk menahan luapan air. "Sekarang sedang proses sementara oleh Pemkot menggunakan karung-karung pasir," tambahnya. Selain itu, Arlan menyoroti masalah penyempitan dan sedimentasi di sepanjang Kali Sabi, yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Untuk meredakan banjir, BBWSCC telah mengirimkan pompa air ke lokasi.

Dampak Luas dan Data Korban

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melaporkan bahwa banjir paling parah terjadi di Perumahan Periuk Damai, dengan ketinggian air mencapai 5,5 meter. Kalak BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Senin pukul 12.00 WIB, terdapat 22 titik banjir dan genangan di wilayah Periuk, yang tersebar di tiga kelurahan:

  • Kelurahan Periuk
  • Kelurahan Gembor
  • Kelurahan Gebang Raya

Titik-titik banjir lainnya meliputi Villa Mutiara Pluit dengan ketinggian 3 meter dan Perumahan Total Persada Raya juga 3 meter. Sementara itu, beberapa wilayah seperti Perumahan Purati dan sebagian Villa Tangerang Indah masih dalam status genangan dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 55 cm.

Dampak banjir ini sangat signifikan, dengan lebih dari 13 ribu jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan, balita, anak-anak, dan dewasa. Sebanyak 6.842 jiwa telah dievakuasi ke berbagai lokasi pengungsian, seperti balai warga, masjid, gedung posyandu, dan sarana olahraga, untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan darurat.

Faktor Penyebab dan Tantangan Lingkungan

Selain tanggul jebol, masalah penyempitan dan sedimentasi di Kali Sabi turut memperparah banjir. Arlan menekankan bahwa hal ini memerlukan penanganan jangka panjang dari pihak berwenang. Upaya penurunan pompa air oleh BBWSCC diharapkan dapat mengurangi genangan, namun kondisi infrastruktur yang buruk tetap menjadi ancaman bagi keselamatan warga di masa mendatang.

Banjir di Tangerang ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan tanggul dan sistem drainase yang memadai untuk mencegah bencana serupa di kemudian hari. Pemerintah setempat didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sungai dan tanggul di wilayah tersebut.