Banjir 2 Meter Rendam Perumahan di Bogor, 1.377 Warga Mengungsi dan Terdampak
Banjir 2 Meter di Bogor, 1.377 Warga Terdampak

Banjir Setinggi Dua Meter Sempat Rendam Kawasan Permukiman di Parungpanjang, Bogor

Sebanyak 406 bangunan rumah terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini berdampak pada 1.377 orang warga yang harus menghadapi genangan air yang mencapai ketinggian hingga dua meter.

Penyebab dan Kronologi Banjir di Parungpanjang

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, banjir terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama. Kondisi ini mengakibatkan aliran Kali Cimanceri meluap dan merendam pemukiman warga di sekitarnya.

Banjir dilaporkan pertama kali terjadi pada Sabtu sore, 4 April 2026. Pada awal kejadian, ketinggian air mencapai 200 sentimeter atau setara dengan dua meter. Genangan air yang cukup tinggi ini memaksa sekitar 60 keluarga di salah satu perumahan untuk diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Data Korban dan Lokasi Pengungsian

Adam Hamdani menjelaskan bahwa ketinggian banjir bervariasi antara 50 hingga 200 sentimeter. Meskipun banjir cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam peristiwa ini.

Para korban banjir mengungsi di Puri Harmoni 8 RT 02.03 RW 10. Sekitar 60 kepala keluarga mencari perlindungan di Mesjid Jami Al-Ikhlas. Total jiwa yang terdampak mencapai 1.377 orang dari berbagai wilayah di Parungpanjang.

Wilayah-Wilayah yang Terdampak Banjir

  • Perumahan Savana RT 07/01 Desa Cibunar: 80 unit rumah (80 KK / 211 jiwa)
  • Desa Lebak RT 04/02: 53 unit rumah (53 KK / 173 jiwa)
  • Grand Indonesia RT 04/01: 123 unit rumah (126 KK / 391 jiwa)
  • Puri Harmoni 8 RT 02.03 RW 10: 200 unit rumah (200 KK / 622 jiwa)

Kondisi Terkini dan Penanganan Pasca Banjir

Saat ini, banjir sudah berangsur surut dan sejumlah warga yang sempat diungsikan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, Adam Hamdani menegaskan bahwa banjir ini terjadi tidak hanya karena hujan deras yang cukup lama, tetapi juga karena Kali Cimanceri yang mengalami pendangkalan.

"Perlu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait untuk mengatasi masalah pendangkalan kali," ujarnya. Meskipun banjir sudah mulai surut, upaya pemulihan dan pencegahan banjir di masa depan tetap menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga