Banjir 1 Meter Rendam Desa di Demak Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol
Banjir 1 Meter Rendam Desa di Demak, Tanggul Jebol

Banjir Setinggi Satu Meter Rendam Permukiman Warga di Demak

Banjir parah melanda kawasan permukiman warga di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kejadian ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) siang, dengan ketinggian air mencapai satu meter di dalam rumah-rumah penduduk.

Penyebab Utama: Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Banjir tersebut dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut keterangan dari perangkat Desa Trimulyo, Rofiq, tanggul tidak mampu menahan debit air yang tinggi akibat hujan deras di daerah hulu, khususnya di Kedungjati, Kabupaten Grobogan.

"Kejadian sekitar jam 11.00 WIB, mas. Karena debit air terlalu tinggi. Semalam hujan, tapi kalau hujan di sini tidak berpengaruh dengan Kali Tuntang. Yang fatal itu kalau hujan di daerah atas, daerah Kedungjati, itu tetap larinya ke Tuntang," jelas Rofiq.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Titik Tanggul Jebol di Dua Desa

Rofiq mengungkapkan bahwa terdapat tiga titik tanggul yang jebol di dua desa tersebut. Di Desa Trimulyo, ada dua titik dengan lebar jebolan sekitar 10 hingga 15 meter, sementara di Kelurahan Sidoharjo terdapat satu titik tambahan.

  • Di RT 1 RW 4, lebar jebolan sekitar 10 meter.
  • Di RT 1 RW 5, lebar jebolan mencapai 15 meter.

Dampak Luas dan Pengungsian Warga

Banjir ini menyebabkan wilayah permukiman di Desa Trimulyo terendam secara signifikan. Rofiq merinci bahwa beberapa RW terdampak penuh, dengan ketinggian air di dalam rumah warga stabil di angka satu meter.

  1. RW 3: 4 RT terdampak penuh.
  2. RW 4: 6 RT terdampak penuh.
  3. RW 5: 3 RT terdampak.
  4. RW 6: 5 RT terdampak.
  5. RW 2: 3 RT terdampak.

"Ini ketinggian banjir masih stabil, kalau Tuntang belum surut, debit air masih masuk ke pemukiman," tambah Rofiq. Akibatnya, banyak warga terpaksa mengungsi ke desa sebelah, meskipun jumlah pastinya belum dapat dirinci.

Kejadian ini menyoroti kerentanan infrastruktur tanggul di daerah tersebut terhadap cuaca ekstrem, serta pentingnya penanganan darurat untuk melindungi masyarakat dari dampak banjir yang semakin sering terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga