Tiga Anjing Liar Serang Balita di Polewali Mandar, Satu Ditembak Mati Warga
Anjing Liar Serang Balita di Polman, Satu Ditembak Mati

Tiga Anjing Liar Serang Balita di Polewali Mandar, Satu Ditembak Mati Warga

Insiden mengerikan terjadi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ketika tiga ekor anjing liar menyerang seorang bocah berusia lima tahun. Kejadian ini memicu aksi cepat dari warga setempat, yang akhirnya berhasil melumpuhkan satu dari ketiga anjing tersebut dengan cara ditembak.

Kronologi Penyerangan dan Penanganan

Serangan oleh anjing-anjing liar itu terjadi pada hari Senin (30/3/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Korban, seorang balita, langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, korban telah diizinkan pulang oleh pihak medis.

Merespon keresahan warga, dua orang anggota Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia) yang juga merupakan warga setempat turun tangan. "Ada penembak dua orang (anggota Perbakin) kebetulan warga setempat, jadi mereka ikut membantu untuk melumpuhkan anjing tersebut karena meresahkan," jelas Camat Wonomulyo, Samiaji, seperti dilansir dari detikSulsel, Selasa (31/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Operasi Penembakan di Area Persawahan

Pada hari Selasa pagi, pukul 10.00 Wita, operasi penanganan anjing liar dilaksanakan di area persawahan milik warga. Keberadaan anjing-anjing tersebut telah diintai sebelumnya oleh warga bersama dengan kedua anggota Perbakin. Dengan ketepatan yang luar biasa, salah satu anjing berhasil ditembak dari jarak sekitar 50 meter.

"Lama kita tunggu ini anjing. Ditembak dari jarak sekira 50 meter, sekali tembak langsung kena," ungkap Samiaji lebih lanjut. Anjing yang ditembak tersebut langsung mati, sementara dua anjing lainnya masih dalam pencarian.

Koordinasi dengan Perbakin Polman

Ketua Perbakin Polewali Mandar, Rahmat Tasman, mengonfirmasi bahwa beberapa anggotanya telah meminta izin untuk terlibat dalam penanganan kasus ini. "Tadi malam teman-teman Perbakin yang berdomisili di Wonomulyo minta izin koordinasi ikut menangani anjing liar," ujarnya melalui pesan singkat.

Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara masyarakat dan organisasi lokal dalam menangani ancaman keamanan yang diakibatkan oleh hewan liar. Kehadiran anjing-anjing liar di pemukiman warga telah menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, terutama bagi keselamatan anak-anak.

Insiden ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar di sekitar permukiman. Pihak berwenang dan masyarakat diharapkan dapat terus bekerja sama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga