29 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M 7,6 di Sulut, BMKG Imbau Waspada
29 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 di Sulut, BMKG Waspada

29 Gempa Susulan Terdeteksi Usai Gempa Berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara

Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada pagi hari ini, Kamis (2/4/2026). Guncangan utama terjadi pukul 05.48 WIB dengan lokasi episenter di 1,25 lintang utara, 126,27 bujur timur pada kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut.

Puluhan Gempa Susulan dengan Kekuatan Relatif Lebih Kecil

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejak gempa utama terjadi, telah terdeteksi sebanyak 29 gempa susulan. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengonfirmasi data ini dari Manado, Sulawesi Utara.

"Sejak terjadinya gempa utama sejauh ini sudah ada 29 gempa susulan," jelas Zulkifli seperti dilansir Antara. Kekuatan gempa-gempa susulan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan gempa utama. Besaran magnitudonya berkisar antara 3,1 hingga 5,5, dengan yang terbesar mencapai 5,5 magnitudo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Tsunami dan Peringatan Dini yang Masih Berlaku

BMKG mencatat adanya gelombang tsunami yang terjadi akibat gempa tersebut. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam jumpa pers virtual menyatakan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di beberapa wilayah.

"Gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter," kata Fathani. Hingga pagi ini, BMKG belum mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa di Sulawesi Utara.

Fathani menambahkan, "Saat ini tsunami masih diperkirakan berlangsung dan BMKG terus memonitor. Kami akan memberikan konferensi pers lanjutan dengan informasi yang lebih detail setelah peringatan tsunami dini berakhir."

Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Dampak gempa telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Dilaporkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan usai gempa 7,6 magnitudo di Sulawesi Utara. Sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan, meskipun detailnya masih dalam proses pendataan.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Mengingat masih berlangsungnya gempa susulan dan potensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Zulkifli menekankan pentingnya memastikan kondisi bangunan tempat tinggal atau bekerja setelah terjadinya gempa.

"Kami tetap berharap warga waspada berhati-hati, serta memastikan bahwa bangunan rumah atau tempat bekerja dalam kondisi baik setelah terjadinya gempa," ujarnya. Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga di wilayah-wilayah yang terdampak dan berpotensi tsunami.

Gempa ini dikategorikan sebagai gempa megathrust, yang menunjukkan potensi kekuatan besar akibat pergerakan lempeng tektonik. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang terkait perkembangan situasi dan langkah-langkah evakuasi jika diperlukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga