Natalius Pigai Ungkap Indeks HAM Indonesia 2024: Masih Level Menengah
Natalius Pigai: Indeks HAM Indonesia 2024 Masih Level Menengah

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membeberkan hasil survei indeks HAM Indonesia tahun 2024. Dalam acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026), ia menyatakan bahwa indeks HAM nasional berada pada angka 63,20.

Indeks HAM Indonesia 2024: Masih di Level Menengah

Pigai menjelaskan bahwa angka 63,20 tersebut terbagi ke dalam dua dimensi utama. Dimensi sipil dan politik memperoleh skor 58,28, sedangkan dimensi ekonomi, sosial, dan budaya mencapai 68,97. "Angka ini artinya kita masih di tengah-tengah. Masih belum bisa disebut terbaik, baik, tapi juga belum bisa disebut terburuk atau buruk. Kita masih di medioker," ujar Pigai.

Variabel Terendah: Jaminan Hak Hidup

Dalam dimensi sipil dan politik, terdapat 11 variabel pembentuk. Variabel jaminan atas hak hidup menjadi yang terendah dengan skor 22,08. Namun, Pigai menekankan bahwa rapor merah ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor negara. "Jadi ini jangan sampai salah pahami. Karena alam bawah sadar kita itu, imajinasi kita, hak hidup itu adalah kekerasan oleh aktor negara. Tidak begitu saja. Itu bagian persentase terkecil. Kekerasan oleh aktor negara menyebabkan kematian pada setiap warga negara, itu aspek paling terkecil," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pigai menambahkan, faktor lain seperti rasio kematian ibu (maternal mortality ratio), rasio kematian anak (infant mortality ratio), stunting, kelaparan, dan penyakit menular juga berkontribusi terhadap rendahnya skor jaminan hak hidup.

Indonesia Masih Aman

Sebelumnya, Pigai menyatakan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang aman bagi masyarakat. Pernyataan itu didasarkan pada pengalaman pribadinya saat beraktivitas tanpa pengawalan. "Ya kita lihat saja, kita boleh kritik, tapi Indonesia ini aman. Saya saja biasa jalan pakai sandal, naik motor sendiri, tidak pernah ada yang ganggu," kata Pigai.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tingkat keamanan Indonesia yang masih baik dibandingkan negara lain. Ia juga mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa gangguan. "Pak Prabowo keluar dari mobil dan menyapa masyarakat, tidak ada yang mengganggu. Indonesia ini termasuk negara yang paling aman dibanding negara lain," ujarnya.

Indikator Keamanan Mencatat Skor Tinggi

Kondisi keamanan tersebut tercermin dalam Indeks HAM Indonesia 2024. Indikator jaminan hak atas kebebasan dan keamanan pribadi memperoleh skor 83,62, menjadi yang tertinggi ketiga setelah jaminan hak berserikat sebesar 93,33 dan jaminan hak atas kebebasan berpikir, beragama, serta berkeyakinan sebesar 88,51. "Oleh karena itulah nilainya tinggi, karena memang sesuai dengan kondisi yang ada," pungkas Pigai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga