Ketum Badko HMI Sumut Terima Ancaman Usai Diskusi Kasus Andrie Yunus
Ketum Badko HMI Sumut Terima Ancaman Usai Diskusi Andrie Yunus

Ketua Umum Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Gelar Diskusi Kasus Andrie Yunus

Medan - Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran teror dan intimidasi. Insiden mengkhawatirkan ini terjadi setelah ia menyelenggarakan sebuah forum diskusi yang membahas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Ancaman Melalui Pesan WhatsApp

Menurut laporan yang diterima pada Senin, 30 Maret 2026, teror tersebut disampaikan kepada Yusril melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat jelas sebuah pesan yang memerintahkan Yusril untuk segera menghapus video dokumentasi kegiatan dari akun media sosial resmi Badko HMI Sumut. Pelaku yang tidak diketahui identitasnya itu bahkan dengan berani mengaku telah mengetahui lokasi keberadaan Yusril beserta anggota keluarganya.

Pesan ancaman tersebut berlanjut dengan peringatan agar Yusril berhati-hati dalam kurun waktu 7x24 jam ke depan. Pelaku secara eksplisit mengancam akan mengeksekusi Yusril jika permintaannya tidak dipenuhi. "Jangan sampai perbuatan yang nggak saya seharusnya dilakukan saya eksekusi ke anda," demikian bunyi salah satu kutipan pesan yang diterima Yusril, seperti yang dilaporkan oleh detikSumut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Diskusi yang Memicu Reaksi

Forum diskusi yang menjadi pemicu insiden teror ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026, bertempat di Gedung Insan Cita milik Badko HMI Sumut. Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dan Bakumsu, yang bersama-sama membedah kasus kekerasan terhadap Andrie Yunus.

Diskusi ini bertujuan untuk mengangkat isu keadilan dan mendukung proses hukum yang transparan dalam kasus penyiraman zat kimia asam kuat yang dialami oleh aktivis HAM tersebut. Namun, niat baik ini justru berbalas dengan ancaman yang menargetkan penyelenggaranya.

Keteguhan Hati di Tengah Tekanan

Menanggapi ancaman yang diterimanya, Yusril Mahendra Butar Butar dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan gentar atau mundur menghadapi segala bentuk tekanan dan intimidasi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama Andrie Yunus dalam memperjuangkan keadilan.

"Saya tidak pernah takut terhadap bentuk teror apa pun. Kami berdiri bersama Andrie Yunus untuk mencari keadilan dan kebenaran," ujar Yusril dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini mencerminkan tekadnya untuk tidak membiarkan ancaman mengganggu perjuangan hukum dan hak asasi manusia.

Insiden ini menyoroti kembali risiko yang dihadapi oleh para aktivis dan penggiat organisasi masyarakat yang vokal menyuarakan isu-isu sensitif. Ancaman terhadap Yusril juga mengindikasikan upaya untuk membungkus suara kritis dan mengintimidasi mereka yang berani menyatakan pendapat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga