Ariana Grande secara terbuka mengecam Gedung Putih setelah lagunya digunakan dalam sebuah video yang diposting di TikTok oleh pihak kepolisian imigrasi Amerika Serikat. Video tersebut menampilkan kompilasi petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang sedang bertugas, dengan latar belakang lagu milik penyanyi pop tersebut.
Konten Video yang Diprotes
Dalam unggahan tersebut, Gedung Putih menyertakan keterangan yang berbunyi, "Selamat tinggal! Presiden Trump telah mewujudkan perbatasan paling aman dalam sejarah." Video itu secara jelas mempromosikan langkah-langkah kebijakan imigrasi yang diambil oleh pemerintahan Trump.
Reaksi Ariana Grande
Melalui akun media sosialnya, Ariana Grande menyatakan ketidaksetujuannya atas penggunaan lagunya tanpa izin. Ia menegaskan bahwa lagu tersebut tidak boleh dikaitkan dengan kebijakan imigrasi yang kontroversial. "Saya tidak mendukung tindakan ini. Lagu saya digunakan tanpa persetujuan saya," tulisnya.
Kritik Publik
Langkah Gedung Putih ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk para penggemar Ariana Grande dan aktivis hak imigran. Mereka menilai bahwa penggunaan lagu populer untuk mempromosikan kebijakan yang dianggap keras terhadap imigran adalah tindakan yang tidak etis.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kecaman dari Ariana Grande. Namun, video tersebut telah dihapus dari akun TikTok resmi Gedung Putih setelah mendapat reaksi negatif dari publik.



