Komplotan penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo, kembali menjadi sorotan. Kali ini, polisi mengungkap bahwa sindikat yang melibatkan mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes ini menyasar warga negara asing, khususnya dari Amerika Serikat (AS).
Target Warga AS
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Sutanto Saragih, mengonfirmasi bahwa perusahaan yang digunakan sebagai kedok, PT Digi Global Konsultan, berfungsi sebagai sarana perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online. "Perusahaan tersebut digunakan sebagai sarana perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online yang menyasar warga negara asing, khususnya warga negara Amerika Serikat," ujar Himawan, Selasa (2/6/2026).
Modus Operandi
Himawan menjelaskan bahwa jaringan scammer ini membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan, dan platform digital lainnya. Mereka bahkan mempekerjakan mantan artis sebagai model untuk melakukan panggilan video guna meyakinkan korban. "Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologi korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar," jelas Himawan.
Setelah korban percaya, para pelaku kemudian mengarahkan korban untuk berinvestasi dengan mentransfer dana melalui situs trading kripto palsu yang sistemnya telah dimanipulasi. "Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading kripto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku," ungkap Himawan.
Peran Mantan Artis
Fabiola Elizabeth Agnes, mantan artis yang terlibat dalam sindikat ini, bertugas melayani panggilan video dengan korban untuk membangun kepercayaan. Identitasnya telah terungkap sebelumnya oleh pihak kepolisian. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut.



