Waspada! Pose Peace Sign di Foto Bisa Sebabkan Pencurian Data Sidik Jari
Pose Peace Sign di Foto Bisa Sebabkan Pencurian Data

KOMPAS.com – Mengambil foto selfie atau berfoto grup dengan pose tangan membentuk huruf "V" atau peace sign sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. Padahal, tren populer ini kini membawa risiko keamanan serius yang tidak terduga, yaitu pencurian data biometrik sidik jari.

Ancaman Nyata dari Jarak Dekat

Pakar keamanan memperingatkan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat proses ekstraksi sidik jari dari sebuah foto menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Dalam sebuah program realitas baru-baru ini, seorang pakar keamanan asal China, Li Chang, mendemonstrasikan betapa rentannya informasi pribadi seseorang hanya dari sebuah unggahan foto.

Menurut para ahli, kamera ponsel modern dengan resolusi tinggi mampu menangkap detail sidik jari dengan jelas, terutama jika foto diambil dari jarak dekat. Dengan bantuan AI, pola sidik jari dapat direkonstruksi dan digunakan untuk berbagai kejahatan siber, seperti membuka kunci perangkat, mengakses data pribadi, atau bahkan melakukan transaksi keuangan tanpa izin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan untuk tidak mengunggah foto yang memperlihatkan sidik jari secara jelas. Selain itu, penggunaan fitur keamanan tambahan seperti enkripsi data dan autentikasi multi-faktor juga dianjurkan. Kesadaran akan bahaya ini menjadi kunci utama dalam melindungi data biometrik pribadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga